Sifat-Sifat Wajib Allah SWT Dan Artinya


Konten dari Artikel ini :

    Yang dimaksud sifat wajib bagi Allah swt adalah sifat-sifat yang pasti dimiliki oleh Allah swt yang sesuai dengan keagungan-Nya sebagai pencipta alam seisinya. Sedangkan sifat mustahil Allah adalah kebalikan dari sifat wajib bagi Allah, yakni sifat yang tidak mungkin ada dan tidak layak disandarkan pada zat-Nya sebagai pencipta alam semesta. Berikut sifat wajib dan mustahil bagi Allah: 

    1. Wajib : Wujud artinya ada
      Mustahil: 'Adam artinya tidak ada
    2. Wajib      : Qidam artinya terdahulu
      Mustahil  : Fana' artinya rusak
    3. Wajib : Baqo (Kekal/Tiada akhirnya) lawannya Fana (Rusak/Musnah)
    4. Mukholafatu Lilhawadist (Berbeda dengan makhluknya) Mustahil Mumatsalatu Lilhawadist (Menyerupai makhluknya)
    5.  Qiyamuhu Binafsihi (Berdiri dengan Dzatnya sendiri) lawannya Ihtiyaj (Membutuhkan)
    6. Wahdaniyyat (Esa/Tunggal) mustahil Ta’addud (Lebih dari satu)
    7. Qudrat (Berkuasa atas segala sesuatu) Mustahil ‘Ajzu (Lemah/Tidak bisa berbuat apa – apa)
    8. Irodat  (Berkehendak) Mustahil Karohah (Terpaksa)
    9.  'Ilmu (Maha Mengetahui) mustahil Jahl (Bodoh)
    10. Hayat (Hidup) Mustahil Maut (Mati)
    11. Sama' (Maha Mendengar) Mustahil Shomam (Tuli)
    12. Bashor (Maha Melihat) Mustahil ‘Amaa (Buta)
    13. Kalam (Berfirman) lawannya Bukmu (Tidak berfirman/tidak bisa berbicara)
    14. Kaunuhu Qodiron Mutahil ‘Ajizan
    15. Kaunuhu Muridan Mustahil Karihan
    16. Kaunuhu‘Aliman Mustahil Jahilan
    17. Kaunuhu Hayyan lawannya mayyitan
    18. Kaunuhu Sami'an lawannya Ashomma
    19. Kaunuhu Bashiron lawannya A’maa
    20. Kaunuhu Mutakaliman lawannya Abkama

    Sifat-Sifat Wajib Allah SWT  secara lengkap beserta artinya sebagai berikut:

    Sifat-sifat wajib Allah SWT terdapat 20 sifat, antara lain sebagai berikut..

    1.wujud

    Allah SWT. bersifat wujud artinya ada. Seandainya Allah SWT. itu tidak ada tentu alam ini pun tidak ada, sebab Allah-lah yang menjadikan alam seisinya. 

    Contohnya 

    Rumah atau gedung, meja, kursi, dan lemari pasti ada yang membuat, yaitu tukang kayu. Demikian pula bumi, langit, matahari, bintang, dan bulan pasti ada yang menciptakannya, tidak mungkin dengan sendirinya. Penciptanya adalah Allah SWT.

    Artinya :

    Sesungguhnya ini adalah kisah yang benar, dan tidak ada tuhan selain Allah, dan sesungguhnya Allah, Dialah yang mahaperkasa lagi mahabijaksana. (Q.S. Alim Imran. 62). 

    Demikian juga firman Allah SWT. berikut.

    Artinya :

    Dan Tuhanmu adalah tuhan yang maha esa, tidak ada tuhan melainkan Dia, yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang (Q.S. Al-Baqarah:163)
    2. Kidam 

    Allah bersifat kidam artinya dahulu. Adanya Allah SWT. pasti tidak berpermulaan, dan tidak berkesudahan. Sebagaimana firman Allah SWT. berikut..

    Artinya : 

    Dialah yang awal dan yang akhir dan yang zahir dan yang batin dan Dia maha Mengetahui segala sesuatu. (Q.S. Al-Hadid: 3) 

    3. Baka

    Allah SWT bersifat baka artinya kekal. Dia tidak akan mati. Allah SWT tidak akan binasa atau rusak. Jika Allah SWT binasa, tentu alam yang dijadikan-Nya tida kekal. Apa saja yang tidak kekal tentu akan binasa atau rusak. 

    Sebagai firman Allah SWT. berikut..

     

    Artinya : 

    Semua yang ada di bumi ini akan binasa (rusak). Dan akan tetap kekal zat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan. (Q.S. Ar-Rahman: 26-27)

     

    4. Mukhalafau Lilhawadisi

    Allah SWT. itu bersifat mukhlafau lilhawadisi, artinya berbeda dengan makhluk. Allah SWT esa dalam zat-Nya dan perbuatannya-Nya, bahkan dalam segala-galanya. 

     

    Sebagai firman Allah SWT. berikut...

     

    Artinya : 

    (Dia) pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatu pun yang serua dengan Dia, dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (Q.S. Asy-Syura:11)

     

    5. Qiyamuhu Binafsihi

    Allah SWT. bersifat qiyamuhu binafsihi artinya berdiri sendiri. Allah SWT. tidak memerlukan bantuan dari kekuatan lain dalam menciptakan dan memelihara alam semesta. Apabila Allah SWT. memerlukan kekuatan atau bantuan lain berarti Allah SWT lemah. Hal yang seperti mustahil terjadi pada Allah SWT. 

     

    Sebagai firman Allah SWT. berikut..

     

    Artinya : 

    Allah, tidak ada Tuhan melainkan Dia. Yang maha hidup kekal dan senantiasa berdiri sendiri (Q.S. Ali Imran: 2)

     

    6. Wahdaniyat

    Allah SWT. bersifat wahyaniyat, artinya Maha Esa. Mustahil  bagi Allah SWT bersifat ta'dud artinya terbilang, dua, tiga, atau lebih. Bayangkan dengan adanya bulan dan bintang yang gemerlapan, matahari yang bersinar terang, indahnya panaroma, aingin sepoi-sepoi, semua itu menunjukkan keagungan dan keesaan Allah SWT. Seandainya Allah SWT. itu lebih dari satu pasti timbul perebutan kekuasaan dan aturan-aturan yang berbeda. Antara Tuhan yang satu akan menyaingi Tuhan lainnya, serta akan terjadi perpecahan yang mengakibatkan kehancuran karena perebutan kekuasaan itu.

     

    Sebagai firman Allah SWT. berikut...
     

    Artinya : 

    Katakanlah : Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. (Q.S. Al-Ikhlas: 1 )

     

    7. Kodrat

    Allah SWT. bersifat kodrat, artinya kuasa atau mempunyai kekuasaan. Allah SWT, berkuasa mencipta, kuasa memelihara dan mengatur, serta kuasa menghancurkan tanpa pertolongan kekuatan lain. 

    Kekuasaan Allah SWT. tidak hanya dalam hal membuat atau menciptakan saja, tetapi juga berkuasa menghancurkan atau merusak. Dalam hal melaksanakan kekuasaan-Nya itu tidak ada yang dapat memaksa, melarang, dan menghalang-halangi. Tidak ada kekuasaan di dunia ini yang menyamai kekuasaan Allah SWT, sebab Dia Mahakuasa atas segala sesuatu yang ada di dunia ini.

     

    Sebagaimana firman Allah SWT. berikut..

    Artinya : 

    Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu (Q.S. Al-Baqarah: 20)

     

    Sebagai firman Allah SWT. berikut

    Artinya :
    Mahasuci Allah yang ditangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. (Q.S. Al-Mulk: 1)

    8. Iradat

    Allah SWT. bersifat iradat, artinya berkehendak. Apabila Allah SWT. menghendaki sesuatu cukup mengatakan  "Jadilah", terjadilah makhluk yang dikehendaki Allah SWT itu. Dengan sifat itulah, Allah SWT menentukan segala sesuatu yang dikehendaki baik waktu, tempat dan segalanya untuk diwujudkan atau ditiadakan. 

     

    Sebagaimana firman Allah SWT. berikut..

    Artinya : 

    Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya, "Jadilah!" maka jadilah ia (Q.S. Yasin: 82)

     

    9. Ilmu

    Allah SWT bersifat ilmu, artinya mengetahui. Segala sesuatu yang ada di alam semesta ini, baik yang konkret (nyata) maupun abstrak (gaib) yang tidak tampak (tersembunyi). Semua itu tidak lepas dari pengamatan Allah SWT. Karena itu tidak ada perbuatan manusia yang tidak diketahui oleh Allah SWT. baik di tempat yang ramai maupun yang tesembunyi, apa yang sudah terjadi, yang sedang terjadi, maupun yang akan terjadi. 

     

    Sebagaimana firman Allah SWT. berikut...

    Artinya :

    Dan Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan Allah mengetahui segala sesuatu. (Q.S. Al-Hujurat: 16). 

     

    10. Hayat

    Allah SWT. bersifat hayat yang berarti hidup. Allah SWT. hidup dengan sendiri-Nya, tidak ada yang menghidupkan. Mustahil kalau ada yang menghidupkan, hidup Allah SWT berlainan dengan hidup makhluk yang diciptakannya-Nya. Kalau Allah itu tidak hidup, tentu tidak mempunyai kekuasaan kepada makhluk yang dihidupkan-Nya

     

    Sebagaimana firman Allah SWT. berikut.. 

    Artinya : 

    Allah tidak ada Tuhan melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya) tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi (Q.S. Al-Baqarah: 255).

     

    11. Sama'

    Allah SWT bersifat sama' artinya mendengar. Suara apa pun yang ada di alam ini, baik suara yang keras maupun yang lembut, semua didengar oleh Allah SWT. Mendengar niat manusia untuk melakukan perbuatan yang terpuji maupun perbuatan yang tercela, doa manusia yang keras maupun doa dalam hati.

    Artinya : 

    Katakanlah, "Mengapa kamu menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak dapat memberi mudarat kepadamu dan tidak (pula) memberi manfaat?." Dan Allah-lah Yang Maha Pendengar lagi Maha Mengetahui. (Q.S. Al-Ma'idah: 76)

     

    12. Basar

    Allah SWT bersifat basar artinya melihat. Allah SWT melihat apa saja, baik berada di tempat gelap maupun di tempat yang terang. Allah SWT yang mengatur dan menjalankan benda alam seperti bumi, matahari, bulan, bintang-bintang, planet-planet dan sebagainya. Allah SWT yang mengawasi dan menjalankan benda-benda tersebut sehingga dapat berjalan dengan rapi dan teratur serta tidak pernah berbenturan satu sama lain. Semua itu menjadi bukti bahwa Allah SWT. Maha mengetahui.

    Sebagaimana firman Allah SWT. berikut...
    Artinya :
    Dan apakah mereka tidak memperhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka ?. Tidak ada yang menahannya (di udara) selain Yang Maha Pemurah. Sesungguhnya Dia Maha Melihat segala sesuatu. (Q.S. Al-Mulk: 19).

    13. Kalam 
    Allah SWT. bersifat kalam artinya berfirman. Firman (kata-kata) Allah tidak sama dengan kata-kata makhluk yang diciptakan-Nya. Firman Allah SWT diwahyukan kepada Nabi Muhammad saw dengan perantara Malaikat Jibril.

    Sebagaimana firman Allah SWT. berikut..

     

    Artinya :
    Dan Allah telah berbicara kepada Musa secara langsung. (Q.S. An-Nisa' : 164)

    14. Kaunuhu Qadirun
    Kaunuhu qadirun adalah keadaan Allah Ta'ala yang maha berkuasa mengadakan dan meniadakan

    Dalilnya :
    "Sesungguhnya Allah maha berkuasa atas segala sesuatu (Q.S. Al-Baqarah: 20)"

    15. Kaunuhu Muridun
    Kaunuhu muridun adalah Allah Ta'ala yang menghendaki dan menentukan tiap-tiap sesuatu, ia berkehendak atas nasib dan takdir manusia.

    Dalilnya :
    "Sesungguhnya tuhanmu maha apa yang dia kehendaki (Q.S. Hud: 107)"

    16. Kaunuhu Alimun
    Kaunuhu alimun adalah Allah Ta'ala yang mengetahui setiap sesuatu, baik yang telah terjadi maupun belum terjadi, Allah SWT juga mengetahui isi hati dan pikiran manusia.

    Dalilnya :
    "Dan Allah maha mengetahui sesuatu (Q.S. An Nisa' : 176)

    17. Kaunuhu Hayyun
    Kaunuhu Hayyun adalah Allah SWT tidak akan pernah mati, tidak akan pernah tidur ataupun lengah.

    Dalilnya :
    "Dan bertakwalah kepada Allah yang hidup kekal dan yang tidak mati"

    18. Kaunuhu Sami'un 
    Kaunuhu sami'un adalah Sifat Allah SWT yang mendengar artinya Allah SWT selalu mendengar apa yang dibicarakan hambanya, pemintaan atau doa hambanya.

    Dalilnya :
    "Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui (Q.S. Al-Baqarah: 256)

    19. Kaunuhu Basirun
    Kaunuhu basirun adalah sifat Allah SWT yang melihat setiap maujudat (benda yang ada). Allah SWT selalu melihat gerak-gerik kita. sehingga kita harus selalu berbuat baik.

    Dalilnya :
    " Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan (Q.S.

    20. Kaunuhu Mutakallimun
    Kaunuhu mutakallimun adalah sifat Allah SWT berkata-kata, artinya Allah tidak bisu, ia berbicara atau berfirman melalui ayat-ayat Al-Qur'an.
     

    Demikian informasi mengenai Sifat-Sifat Wajib Allah SWT Dan Artinya. Semoga dapat bermanfaat untuk anda baik itu Sifat-Sifat Wajib Allah SWT Dan Artinya

    About Me   Disclaimer   Contact Us   Privacy Policy  
    @2015 Bersiap BLog