Sejarah, Isi Dan Makna Sumpah Pemuda

Sejarah, Isi Dan Makna Sumpah Pemuda


Konten dari Artikel ini :

    Sejarah Sumpah Pemuda

    Peristiwa sejarah atau Sumpah Pemuda Sumpah Pemuda merupakan pengakuan dari para pemuda Indonesia yang berjanji satu negara, satu bangsa dan satu bahasa. Sumpah Pemuda adalah pada tanggal 28 Oktober 1928. Baca hasil perumusan kepadatan Pemoeda-Pemoedi atau Kongres Pemuda Indonesia, yang diperingati sebagai Hari Pemuda


    Kongres Pemuda yang diadakan tiga pertemuan di tiga lokasi yang berbeda dari organisasi Mahasiswa Indonesia Himpunan Mahasiswa (GN), yang terdiri dari mahasiswa dari seluruh wilayah Indonesia. Kongres itu oleh berbagai perwakilan organisasi pemuda, Jong Java, Jong Batak, Jong, Celebes, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, Jong Ambon, dll, serta pengamat dari pemuda Tiong Hoa sebagai Kwee Thiam Hong, John Lauw Tjoan Hok, Oey Kay Siang mengunjungi dan Tjoi Djien Kwie.


    Ide organisasi kongres pemuda kedua berasal dari Asosiasi Mahasiswa Pelajar Indonesia (GN), sebuah organisasi pemuda, mahasiswa dari seluruh Indonesia beranggota. Atas inisiatif GN Kongres diadakan di tiga gedung yang berbeda dan dibagi dalam tiga sesi.


    Pada awal abad ke-20, jumlah pendidikan di Indonesia sangat kecil, dan mengambil saat ini etika politik pada peran penting dalam meningkatkan jumlah pendidikan di Indonesia. Meskipun tidak di tingkat nasional menawarkan kesempatan untuk pendidikan, keputusan telah telah menyediakan kesempatan belajar bagi anak-anak Indonesia elit dengan maksud asli bahwa anak-anak bekerja untuk birokrasi kolonial hidup. Sayangnya, sistem pendidikan gaya Barat ini juga membawa ide-ide politik demokrasi Barat dan kebebasan.


    Pada 20 Mei 1908 Boedi Oetomo didirikan sebagai organisasi pemuda Dr Soetomo dan gerakan pertama yang membuka jalan untuk mengingatkan sumpah pemuda. Para pemimpin utama organisasi ini adalah ditarik pada akhirnya karena pertemuan Wahidin Soedirohoesodo Boedi Oetomo pertama di Yogyakarta pada Oktober 1908 Pemuda yang harus campur tangan. Didirikan pada tahun 1912, India Partij dari Douwes Dekker et al. India Partij organisasi politik, pertama konsep nasionalisme Indonesia dan organisasi-organisasi lain seperti Nationaal Indische Partij dan Indo Eropa Esch Verbond 1919 terinspirasi pada tahun yang sama dengan India Partij SI didirikan oleh Haji Samanhoedi di Surakarta. SI cenderung ke arah elemen sehingga pemersatu Islam dan Jawa mereka hanya embel-embel Islam. Sayangnya tidak ada anti-Belanda, SI dinilai lebih anti-Cina. Pada tanggal 18 November tahun yang sama, Muhammadiyah didirikan oleh KH Ahmad Dahlan di Yogyakarta.
    20 Juli 1913, Ais ik eens Nedernader ditulis oleh Suwardi Suryaningrat sebagai bentuk protes kepada pemerintah kolonial Belanda, yang bermaksud untuk mengadakan pesta memperingati 100 tahun kemerdekaan.

    Hal ini membuat protes Cipto Mangunkusumo dan Suwardi mencoba dan diasingkan ke pulau-pulau Banda, tetapi mereka adalah pilihan lain, telah diberikan untuk pergi ke Belanda, di mana Suwardi akhirnya mengejar ilmu di bidang pendidikan dan Tjipto sakit dan telah kembali ke Indonesia menjadi .


    Pada 1918 berkumpul untuk pertama kalinya setelah didirikan pada tahun 1916. Anggotanya adalah 39 orang dan 15 di antaranya adalah masyarakat adat dari Indonesia ke Dewan Rakyat. Tahun ini, pemerintah Belanda setuju bahwa di masa depan, Indonesia merupakan kebijakan untuk-administrasi diri yang diberikan, tapi setelah itu tidak ada kabar untuk menjelaskan lebih lanjut.


    Tidak sampai 1920 kata "Indonesia" didefinisikan sebagai sebuah kata yang digunakan melambangkan persatuan rakyat. Kata dibentuk oleh seorang naturalis Inggris, untuk mengklasifikasikan daerah etnis dan geografis. Dia mengatakan sekali sebelum Aliansi Pemuda pernah berbicara tentang kondisi Bali, negara Jawa, Sumatera dan negara-negara lain, tapi sekarang disebut Indonesia. Dibentuk pada tahun 1927 Soekarno Partai Nasionalis Indonesia (PNI) di Bandung, dan pihak pertama adalah pada semua anggota masyarakat Indonesia untuk fokus pada diskusi tentang pembebasan Pemerintah Belanda dan kemerdekaan. Pada tanggal 28 Oktober, akhirnya penciptaan Semua Indonesia Sumpah Pemuda Kongres Pemuda, yang memutuskan target nasional.


    Pertama Asosiasi Kongres Pemuda Indonesia berada di Batavia, ibukota Hindia Belanda pada tahun 1926, yang sayangnya terus menelurkan ada keputusan, tapi memicu gagasan bersatu Indonesia. Hanya pada bulan Oktober 1928, pertemuan kedua diadakan di tiga lokasi yang berbeda. Pertemuan pertama dengan harapan bahwa Kongres Pemuda adalah untuk menginspirasi rasa persatuan, sedangkan sesi kedua membahas masalah pelatihan yang ada. Sesi ketiga dan sesi terakhir adalah untuk mendengar di Jalan Raya Kramat nomor 126, di mana para peserta untuk pertama kalinya lagu kebangsaan Indonesia Raya diciptakan oleh Rudolf Supratman dan diakhiri dengan pembacaan sumpah pemuda, sebagai gantinya. Kejadian ini adalah sumpah pemuda bersejarah 28 Oktober 1928.


    Pertemuan pertama, Sabtu, 27 Oktober, 1928, di gedung Jong Lingen Katholieke Bond (GOC), Waterlooplein (sekarang Lapangan Banteng). Dalam sambutannya, ketua Sugondo GN djojopuspito berharap bahwa konferensi untuk memperkuat semangat persatuan dalam pikiran orang-orang muda. Acara dilanjutkan dengan deskripsi Yamin Moehammad makna dan hubungan persatuan dengan pemuda. Menurut dia, ada lima faktor yang bisa memperkuat persatuan Indonesia, sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan
    Sesi kedua, Minggu, 28 Oktober, 1928, di Haus der Oost-Java Bioscoop, masalah pendidikan. Pembicara kedua, Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro, berpendapat bahwa anak-anak harus menerima kewarganegaraan pendidikan, harus ada keseimbangan antara pendidikan di sekolah dan di rumah. Anak-anak perlu dididik secara demokratis.

    Pada sesi penutupan, pada Clubgebouw bangunan Indonesia di Jalan Raya Kramat 106 Sunario menjelaskan pentingnya nasionalisme dan demokrasi selain Gerakan Pramuka. Sementara Ramelan mengemukakan Gerakan Pramuka tidak dapat dipisahkan dari pergerakan nasional. Kepanduan pendidikan awal anak-anak dan disiplin diri, hal-hal yang dibutuhkan dalam perjuangan.

    Adapun panitia Kongres Pemuda terdiri dari :

    Ketua : Soegondo Djojopoespito (PPPI)
    Wakil Ketua : R.M. Djoko Marsaid (Jong Java)
    Sekretaris : Mohammad Jamin (Jong Sumateranen Bond)
    Bendahara : Amir Sjarifuddin (Jong Bataks Bond)
    Pembantu I : Djohan Mohammad Tjai (Jong Islamieten Bond)
    Pembantu II : R. Katja Soengkana (Pemoeda Indonesia)
    Pembantu III : Senduk (Jong Celebes)
    Pembantu IV : Johanes Leimena (yong Ambon)
    Pembantu V : Rochjani Soe'oed (Pemoeda Kaoem Betawi)
    Peserta :

    •     Abdul Muthalib Sangadji
    •     Purnama Wulan
    •     Abdul Rachman
    •     Raden Soeharto
    •     Abu Hanifah
    •     Raden Soekamso
    •     Adnan Kapau Gani
    •     Ramelan
    •     Amir (Dienaren van Indie)
    •     Saerun (Keng Po)
    •     Anta Permana
    •     Sahardjo
    •     Anwari
    •     Sarbini
    •     Arnold Manonutu
    •     Sarmidi Mangunsarkoro
    •     Assaat
    •     Sartono
    •     Bahder Djohan
    •     S.M. Kartosoewirjo
    •     Dali
    •     Setiawan
    •     Darsa
    •     Sigit (Indonesische Studieclub)
    •     Dien Pantouw
    •     Siti Sundari
    •     Djuanda
    •     Sjahpuddin Latif
    •     Dr.Pijper
    •     Sjahrial (Adviseur voor inlandsch Zaken)
    •     Emma Puradiredja
    •     Soejono Djoenoed Poeponegoro
    •     Halim
    •     R.M. Djoko Marsaid
    •     Hamami
    •     Soekamto
    •     Jo Tumbuhan
    •     Soekmono
    •     Joesoepadi
    •     Soekowati (Volksraad)
    •     Jos Masdani
    •     Soemanang
    •     Kadir
    •     Soemarto
    •     Karto Menggolo
    •     Soenario (PAPI & INPO)
    •     Kasman Singodimedjo
    •     Soerjadi
    •     Koentjoro Poerbopranoto
    •     Soewadji Prawirohardjo
    •     Martakusuma
    •     Soewirjo
    •     Masmoen Rasid
    •     Soeworo
    •     Mohammad Ali Hanafiah
    •     Suhara
    •     Mohammad Nazif
    •     Sujono (Volksraad)
    •     Mohammad Roem
    •     Sulaeman
    •     Mohammad Tabrani
    •     Suwarni
    •     Mohammad Tamzil
    •     Tjahija
    •     Muhidin (Pasundan)
    •     Van der Plaas (Pemerintah Belanda)
    •     Mukarno
    •     Wilopo
    •     Muwardi
    •     Wage Rudolf Soepratman
    •     Nona Tumbel

     


    Rumusan Sumpah Pemuda ditulis Moehammad Yamin pada sebuah kertas ketika Mr. Sunario, sebagai utusan kepanduan tengah berpidato pada sesi terakhir kongres. Sumpah tersebut awalnya dibacakan oleh Soegondo dan kemudian dijelaskan panjang-lebar oleh Yamin

    Isi Dari Sumpah Pemuda Hasil Kongres Pemuda Kedua adalah sebagai berikut :

     

    Ini Versi dari teks Isi Sumpah Pemuda

    1. Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah air Indonesia.
    2. Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
    3. Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia

    Ini isi teks Sumpah Pemuda versi Bahasa Inggris

    1. We the sons and daughters of Indonesia, acknowledge one motherland, Indonesia.
    2. We the sons and daughters of Indonesia, acknowledge one nation, the nation of Indonesia.
    3. We the sons and daughters of Indonesia, respect the language of unity, Indonesian

    http://semangatpemuda-indonesia.blogspot.co.id/p/sejarah-sumpah-pemuda.html
    http://www.portalsejarah.com/menguak-sejarah-hari-sumpah-pemuda-28-oktober-1928.html

     

    Demikian informasi mengenai Sejarah, Isi Dan Makna Sumpah Pemuda. Semoga dapat bermanfaat untuk anda baik itu Sejarah, Isi Dan Makna Sumpah Pemuda

    About Me   Disclaimer   Contact Us   Privacy Policy  
    @2015 Bersiap BLog