Pengertian HAM Menurut Pakar Dan Sejarah HAM

Pengertian HAM Menurut Pakar Dan Sejarah HAM


Konten dari Artikel ini :

    Hak Asasi Manusia adalah hak-hak yang telah dipunyai seseorang sejak ia dalam kandungan. HAM berlaku secara universal. Dasar-dasar HAM tertuang dalam deklarasi kemerdekaan Amerika Serikat (Declaration of Independence of USA) dan tercantum dalam UUD 1945 Republik Indonesia, seperti pada pasal 27 ayat 1, pasal 28, pasal 29 ayat 2, pasal 30 ayat 1, dan pasal 31 ayat 1

    Dalam teori perjanjian bernegara, adanya Pactum Unionis dan Pactum Subjectionis. Pactum Unionis adalah perjanjian antara individu-individu atau kelompok-kelompok masyarakat membentuik suatu negara, sedangkan pactum unionis adalah perjanjian antara warga negara dengan penguasa yang dipiliah di antara warga negara tersebut (Pactum Unionis). Thomas Hobbes mengakui adanya Pactum Subjectionis saja. John Lock mengakui adanya Pactum Unionis dan Pactum Subjectionis dan JJ Roessaeu mengakui adanya Pactum Unionis. Ke-tiga paham ini berpenbdapat demikian. Namun pada intinya teori perjanjian ini meng-amanahkan adanya perlindungan Hak Asasi Warga Negara yang harus dijamin oleh penguasa, bentuk jaminan itu mustilah tertuang dalam konstitusi (Perjanjian Bernegara).

    Dalam kaitannya dengan itu, HAM adalah hak fundamental yang tak dapat dicabut yang mana karena ia adalah seorang manusia. , misal, dalam Deklarasi Kemerdekaan Amerika atau Deklarasi Perancis. HAM yang dirujuk sekarang adalah seperangkat hak yang dikembangkan oleh PBB sejak berakhirnya perang dunia II yang tidak mengenal berbagai batasan-batasan kenegaraan. Sebagai konsekuensinya, negara-negara tidak bisa berkelit untuk tidak melindungi HAM yang bukan warga negaranya. Dengan kata lain, selama menyangkut persoalan HAM setiap negara, tanpa kecuali, pada tataran tertentu memiliki tanggung jawab, utamanya terkait pemenuhan HAM pribadi-pribadi yang ada di dalam jurisdiksinya, termasuk orang asing sekalipun. Oleh karenanya, pada tataran tertentu, akan menjadi sangat salah untuk mengidentikan atau menyamakan antara HAM dengan hak-hak yang dimiliki warga negara. HAM dimiliki oleh siapa saja, sepanjang ia bisa disebut sebagai manusia.

    Alasan di atas pula yang menyebabkan HAM bagian integral dari kajian dalam disiplin ilmu hukum internasional. Oleh karenannya bukan sesuatu yang kontroversial bila komunitas internasional memiliki kepedulian serius dan nyata terhadap isu HAM di tingkat domestik. Malahan, peran komunitas internasional sangat pokok dalam perlindungan HAM karena sifat dan watak HAM itu sendiri yang merupakan mekanisme pertahanan dan perlindungan individu terhadap kekuasaan negara yang sangat rentan untuk disalahgunakan, sebagaimana telah sering dibuktikan sejarah umat manusia sendiri. Contoh pelanggaran HAM:

    Penindasan dan merampas hak rakyat dan oposisi dengan sewenang-wenang.
    Menghambat dan membatasi kebebasan pers, pendapat dan berkumpul bagi hak rakyat dan oposisi.
    Hukum (aturan dan/atau UU) diperlakukan tidak adil dan tidak manusiawi.
    Manipulatif dan membuat aturan pemilu sesuai dengan keinginan penguasa dan partai tiran/otoriter tanpa diikut/dihadir rakyat dan oposisi.
    Penegak hukum dan/atau petugas keamanan melakukan kekerasan/anarkis terhadap rakyat dan oposisi di manapun.

    Hak asasi manusia
     
    Hak asasi Manusia
     adalah hak -hak yang telah dipunyai seseorang sejak ia dalam kandungan. HAM berlaku secara universal. Dasar-dasar HAM tertuang dalam deklarasi kemerdekaan Amerika Serikat (
     Declaration of Independence of USA
    ) dan tercantum dalam UUD 1945 Republik Indonesia, seperti pada  pasal 27 ayat 1,  pasal 28,  pasal 29 ayat 2,  pasal 30 ayat 1, dan  pasal 31 ayat 1 . Dalam teori perjanjian bernegara, adanya Pactum Unionis dan Pactum Subjectionis. Pactum Unionis adalah perjanjian antara individu-individu atau kelompok-kelompok masyarakat membentuik suatu negara, sedangkan pactum unionis adalah perjanjian antara warga negara dengan penguasa yang dipiliah di antara warga negara tersebut (Pactum Unionis). Thomas Hobbes mengakui adanya Pactum Subjectionis saja. John Lock mengakui adanya Pactum Unionis dan Pactum Subjectionis dan JJ Roessaeu mengakui adanya Pactum Unionis. Ke-tiga paham ini berpenbdapat demikian. Namun pada intinya teori perjanjian ini meng-amanahkan adanya perlindungan Hak Asasi Warga Negara yang harus dijamin oleh  penguasa, bentuk jaminan itu mustilah tertuang dalam konstitusi (Perjanjian Bernegara). Dalam kaitannya dengan itu, maka HAM yang kita kenal sekarang adalah sesuatu yang sangat  berbeda dengan yang hak-hak yang sebelumnya termuat, misal, dalam Deklarasi Kemerdekaan Amerika atau Deklarasi Perancis. HAM yang dirujuk sekarang adalah seperangkat hak yang dikembangkan oleh PBB sejak berakhirnya perang dunia II yang tidak mengenal berbagai  batasan-batasan kenegaraan. Sebagai konsekuensinya, negara-negara tidak bisa berkelit untuk tidak melindungi HAM yang bukan warga negaranya. Dengan kata lain, selama menyangkut  persoalan HAM setiap negara, tanpa kecuali, pada tataran tertentu memiliki tanggung jawab, utamanya terkait pemenuhan HAM pribadi-pribadi yang ada di dalam jurisdiksinya, termasuk orang asing sekalipun. Oleh karenanya, pada tataran tertentu, akan menjadi sangat salah untuk mengidentikan atau menyamakan antara HAM dengan hak-hak yang dimiliki warga negara. HAM dimiliki oleh siapa saja, sepanjang ia bisa disebut sebagai manusia. Alasan di atas pula yang menyebabkan HAM bagian integral dari kajian dalam disiplin ilmu hukum internasional. Oleh karenannya bukan sesuatu yang kontroversial bila komunitas internasional memiliki kepedulian serius dan nyata terhadap isu HAM di tingkat domestik. Malahan, peran komunitas internasional sangat pokok dalam perlindungan HAM karena sifat dan watak HAM itu sendiri yang merupakan mekanisme pertahanan dan perlindungan individu terhadap kekuasaan negara yang sangat rentan untuk disalahgunakan, sebagaimana telah sering dibuktikan sejarah umat manusia sendiri. Contoh pelanggaran HAM: 1.
     
    Penindasan dan merampas hak rakyat dan oposisi dengan sewenang-wenang. 2.
     
    Menghambat dan membatasi kebebasan pers, pendapat dan berkumpul bagi hak rakyat dan oposisi. 3.
     
    Hukum (aturan dan/atau UU) diperlakukan tidak adil dan tidak manusiawi. 4.
     
    Manipulatif dan membuat aturan pemilu sesuai dengan keinginan penguasa dan partai tiran/otoriter tanpa diikut/dihadir rakyat dan oposisi. 5.
     
    Penegak hukum dan/atau petugas keamanan melakukan kekerasan/anarkis terhadap rakyat dan oposisi di manapun.


     
    A.MANFAAT SOSIOLOGI Sesungguhnya studi sosiologi sangat penting untuk kita sebagai makhluk social. Kitalah yang menjadi objek kajian sosiologi karena kita selalu berinteraksi dengan orang lain. Kita juga sebagai manusia yang berbudaya yang memiliki norma, nilai dan tradisi. Selama hidup, kita senantiasa berinteraksi dengan orang lain dan dalam berinteraksi itu kadang-kadang timbul konflik. Oleh karena itu, sosiologi sebenarnyaberbicara mengenai kita dan masyarakat dimana kita hidup dan berinteraksi.
    Berikut ini beberapa manfaat mempelajari sosiologi :
     1.
     
    Dengan mempelajari sosiologi , kita akan dapat melihat dengan lebih jelas siapa diri kita,  baik sebagai pribadi maupun (dan terutama) sebagai anggota kelompok atau masyarakat. 2.
     
    Sosiologi membantu kita untuk mampu mengkaji tempat kita dalam masyarakat serta
    dapat melihat “dunia” atau budaya lain yang belum kita tahu sebelumnya.
     3.
     
    Dengan bantuan sosiologi, kita akan semakin memahami pula norma, tradisi, keyakinan dan nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat lain dan memahami perbedaan-perbedaan yang ada tanpa hal itu menjadi alas an untuk timbulnya konflik diantara anggota masyarakat yang berbeda. 4.
     
    Akhirnya bagi kita sebagai generasi penerus mempelajari sosiologi membuat kita lebih tanggap, kritis dan rasional menghadapi gejala-gejala social masyarakat yang makin kompleks dewasa ini serta mampu mengambil sikap dan tindakan yang tepat dan akurat terhadap setiap situasi social yang kita hadapi sehari-hari.

     
    Tujuan Mempelajari Ilmu Sosiologi
    ilmu sosiologi dapat memberikan wawasan akademis maupun praktis. Di dalam kehidupan bersosial, kita harus tahu tentang makna dari ilmu sosiologi, menurut saya, ilmu sosiologi sangat penting dan merupakan induknya ilmu ? mengapa saya berkata demikian ? karena percuma kita belajar politik, ilmu pemerintahan atau ilmu lainnya jika ilmu sosiologi yg kita punya tidak dapat di terapkan dan tidak menimbulkan hasil. Contohnya : Orang Politik yang melakukan stategi dengan money politik tidak lebih dari sekedar menghambur-hamburkan uang jika sosial yang dia miliki tidak sesuai target dan ketentuan yang  berlaku Karena tidak efektifnya geopolitik yang dia konsep, hehe jadi seperti iklan yang ada syarat dan ketentuan berlaku . Loh ko jadi berbicara geopolitik :), tp tidak apa-apa itu hanya sebagai gambaran untuk kita. Sosiologi itu di ibaratkan seperti garam, jika sayur tanpa garam akan terasa hambar dan orang yang mau memakan pun hanya sedikit, Begitupun sosiologi, sosiologi sangat berperan dan mendukung bagi kelangsungan ilmu lainnya. karena dengan sosiologi, kita bisa dekat dengan masyarakat, bersosial dengan baik, bahkan jika suatu saat kita membutuhkan kepentingan, maka tidak akan terlalu sulit. Lain hal bila kita tidak memiliki, tidak mengetahui dan tidak mengamalkan ilmu sosiologi atau sosial dengan baik, maka kehidupan sosial dan kepentingan kita pun akan terasa sulit untuk memperoleh yang terbaik.
     
    Belajar sosiologi juga bermanfaat bagi siswa dalam mempersiapkan diri untuk mencari nafkah
    . Berikut beberapa manfaat belajar materi sosiologi di dunia kerja: 1. Interaksi Sosial - Mampu menyampaikan pesan dengan jelas agar komunikasi berlangsung dengan baik. - Memahami perlunya memperhatikan tahap-tahap keteraturan agar tercapai keteraturan dalam kelompok kerja. - Mampu bersikap empati terhadap orang lain. Pengalaman : Bulan November 2011, saya mengalami masalah transaksi keuangan lewat ATM. Ketika transfer uang lewat ATM BTN Depok, saldo berkurang tapi uang tidak masuk ke rekening tujuan. Saya merasa 'galau'. Tapi ketika bertemu dengan customer service BTN, hati saya lebih tenang. Customer service BTN melayani saya dengan penuh empati. Saya pun merasa terhibur, walau harus menunggu 20 hari kerja untuk mendapatkan uang saya kembali. 2. Konflik Sosial - Menyelesaikan konflik dengan berbagai cara akomodasi. 3. Masyarakat Multikultural - Bersikap baik kepada orang yang berbeda agama atau suku dapat memperluas pemasaran dari produk yang kita jual. 4. Perubahan Sosial - Memahami pentingnya memanfaatkan kemajuan teknologi untuk kemajuan.
     
    5. Penelitian Sosial - Mampu melakukan penelitian yang berguna bagi peningkatan kualitas kerja. Masih banyak lagi
    manfaat yang bisa di ambil dari pelajaran sosiologi untuk mempersiapkan siswa mencari nafkah
    . Manfaat-manfaat tersebut di atas sudah saya rasakan dalam pekerjaan saya saat ini, baik sebagai guru sosiologi maupun sebagai pengelola sebuah usaha. Sedikit promosi (he he he) , saat ini saya bersama istri menjalankan usaha penjualan kosmetik. Saya merasakan banyak manfaat yang diperoleh dengan belajar sosiologi, terutama dalam menjalin komunikasi dengan pelanggan.
     
     
     Pengertian HAM
    Untuk membuka pemahaman tentang segala sesuatu pestinya kitaharus memahami terlebih dahulu pengrtian dari sesuatu yang kita pelajari tersebut. Begitu juga ketika kita ingin mempelajari tentang ham maka kita juga harus mempelajari dan mendalami apakah yang dinamakan dengan ham tersebut. Hak asasi manusia adalah sesuatu yang dimiliki oleh setiap manusia dalam kehidupannya.Tuhanlah yang menghadiahkannya pada setiap manusia yang ada. Sesuatu tersebut bersifat kodrati dan tidak dapat dirubah-rubah apalagi ditiadakan, karena itu merupakan hak perorangan yang tidak dapat diganggu gugat. Pendapat ini bersesuaian dengan beberapa pendapat yang telah disampaikan oleh beberapa ilmuan yang telah ada. Menurut reching human right yang diterbitkan oleh perserikatan bangsa-bangsa (pbb) , hak asasi manusia adalah hak yang melekat pada setiap menusia, yang tanpanya manusia mustahil untuk hidup sebagai manusia, dalam kehidupan ini tuhan telah membekali kita dengan segala sesuatu yang tanpa adanya hal itu kita tidak dapat dinyatakan hidup. Hal ini meliputi hak untuk hidup, berbicara dan lain-lian. John locke yang merupakan salah seorang pemikir khususnya dalam bidang sosial dan kemasyarakatan juga sependapat dengan pendapat yang peretama tadi. Menurut beliau, ham merupakan sesuatu yang diberikan langsung oleh tuhan kepada manusia sebagai sesuatu yang bersifat kodrati. Oleh sebab itu tidak ada kekuasaan yang dapat mengambil hak tersebut. Dari pengertian tersebut akhirnya mengerucut menjadi sebuah pengertian bahwa ham adalah hak dasar setiap manusia yang dibawa sejak lahir sebagai anugrah dari yang mahakuasa bukan dari lembaga ataupun penguasa yang ada.
    Sejarah HAM
    Manusia telah mempunyai hak asasi mereka mulai sejak merekadilahirkan ke dunia. Kendati demikian ham secara resmi tidak serta merta ada dan diakui oleh pemerintah. Dalam kehidupan kemanusiaan yang ada di barat. Hak asasi manusia baru diresmikan pada abat ke 17-an di inggris.  Adapun runtutan sejarahnya adalah sebagai berikut =
    1
    . Sebelum deklarasi universal. a. Magna charta Pada praktek dalam dunia nyata ham sudah ada dan dipakai dalam kehidupan masyarakat eropa. Para ahli ham pun tidak memungkiri dengan adanya hal tersebut. Ham telah populer di masa kejayaan. Secara resmi, pembahasan ham mulai banyak diperbincangkan dan banyak di bahas secara mendalam dimulai dengan lahirnya magna carta. Magna cartalah yang membatasi antara kekuasaan absolut para penguasa atau raja-raja. Kekuasaan absolute raja, seperti menciptakan hukum tetapi tidak terikat dengan peraturan penguasa yang ada, menjadi dibatasi dan kekuasaan mereka harus dipertanggung jawabkan secara hukum. Sejak lahirnya magna carta pada tahun 1215, raja yang melanggar aturan kekuasaan harus diadili yang mempertanggung jawabkan kebijakan

     
    pemerintahannya di hadapan parlemen. Sekalipun kekuasaan para raja masih sangat dominan dalam hal pembuatan undang-undang, magna charta telah manyulut ide tentang keterikatan penguasa pada hukum dan pertanggung jawaban kekuasaan mereka kepada rakyat. Lahirnya magna charta merupakan cikal bakal lahirnya monarki konstitusional. Ketrikatan penguasa dengan hukum dapat dilihat pada
    pasal 21 magna charta yang
    menyatakan bahwa “… para pangeran
     
    dan baron dihukum atau didenda berdasarkan atas kesamaan, dansesuai dengan pelanggaran yang dilakukanny
    a.” Sedangkan pada
     pasal 40 dit
    egaskan bahwa “… tak seorangpun menghendaki kita
     mengingkari
    atau menunda tegaknya hak atau keadilan.” 
     
    b. Lahirnya undang-undang hak asasi manusia Untuk mengaplikasikan adanya hak-hak yang dimiliki oleh setiap manusia yang ada di dunia ini, sangat perlu untuk diadakannya persamaan kedudukan di depan hukum. Dengan adanya persamaan ini maka, hak-hak yang dimiliki oleh perorangan akan mendapatkan porsi hukum yang sama dan tidak ada deskriminasi antara satu dengan yang lainnya. Hal ini mulai terpikirkan setelah selang sekitar empat abad dari terjadinya magna charta, yaitu pada tahun 1689. Pada tahun ini lahir undang-undang resmi yang membahas tentang hak asasi manusia di inggris dan sejak itulah muncul istilah equality before the low, kesetaraan manusia dimuka hukum.Dan akhirnya memunculkan juga istilah-istilah dan teori sosial yang identik dengan perkembangan dan karakter masyarakat eropa, yang dilanjutkan oleh amerika: kontrak sosial(j.j roesseau), trias politika(montesquieu), teori hokum kodrati (john locke), dan hak-hak dasar kesamaan dan kebebasan (thomas jefferson). Istilah-istilah ini akan dijelaskan pada subab yang berikutnya. c. Deklarasi prancis Penangkapan dan penahanan secara semena-mena akhirnya mendapatkan perhatian khusus pada masa ini. Sehingga pada tahun 1789, lahir deklarasi prancis yang memuat aturan hukum yang menjamin kebebasan manusia dalam proses hukum, seperti larangan menangkap seseorang dengan cara sewenang-wenang tanpa ada alasan yang pasti dalam ketentuan hukum. Yang kemudian menghasilkan sebuah perinsip yang sangat didukung dengan hak asasi manusia yang ada. Prinsip ini adalah prinsip presumption ofinnocent. Prinsip ini menyatakan bahwa orang-orang yang dianggap tidak bersalah sampai ada keputusan dari pengadilan yang berkekuatan hukum yang sah telah menyatakan bahwa ia adalah bersalah. Perkembangan ham pada saat ini ditandai dengan munculnya empat hak kebebasan manusia di amerika serikat pada 6 januari 1941. Keempat hak itu adalah = 1.Hak kebebasan untuk memeluk agama dan beribadah sesuai dengan ajaran yang ia peluk. 2.Hak bebas dari kemiskinan. 4.Hak bebas dari rasa takut 3.Hak bebas berbicara dan menyatakan pendapat.

     
     d. Deklarasi ham Setelah beranjak tiga tahun deklarasi ham dihasilkan pada suatu konfrensi buruh internasional yang diselenggarakan diphiladelphia, amerika serikat. Deklarasi pada tahun 1944 ini memuat pentingnya menciptakan perdamaian dunia berdasarkan pada keadilan sosial dan perlindungan seluruh manusia yang tidak pandang ras, kepercayaan dan jenis kelaminnya. Deklarasi ini juga memuat prinsip ham yang merupakan jaminan setiap orang yang untuk mengejar pemenuhan kebutuhan material dan spiritual secara bebas dan bermartabat serta jaminan keamanan ekonomi dan kesempatan yang sama. Hak-hak tersebut kemudian dijadikan dasar perumusan deklarasi universal ham (duham) yang dikukuhkan oleh pbb pada tahun 1948. Menurut duham terdapat lima jenis hak asasi yang dimiliki oleh individu yaitu hak personal (hak jaminan kebutuhan pribadi), hak legal(hak jaminan perlindungan hukum), hak sipil dan politik, hak subsistensi (hak jaminan adanya sumberdaya untuk menunjang kehidupan), dan hak ekonomi, sosial serta budaya.


    Keadaan HAM Saat Ini


    Tidak dapat dipungkiri bahwa dunia baratlah yang sudah dengan resmi mempelopori adanya undang-undang yang mangatur hak asasi manusia secara resmi dan sah. Dengan adanya deklarasi-deklarasi yang dilakukan oleh bangsa barat ini secara otomatis mempengaruhi negara-negara yang lainnya. Apalagi hal ini sudah disahkan oleh pbb yang notabenenya adalah naungan banyak bangsa dan negara berpengaruh di dunia. namun jika kita telah lebih dalam hal ini tidak menghalangi negara-negara barat untuk tidak melanggar apa yang sudah mereka susun sendiri. Banyak dari tingkah laku mereka yang secara sadar atau tidak telah melanggar norma-norma ham yang telah dikukuhkan. Dengan semena-mena mengadakan gencatan senjata dimana-mana, walaupun ketika dilihat secara sepintas akan ada hal-hal yang memaklumkan hal tersebut. Telah dengan lebih dalam akan mengetahui apa sebab musabab terjadinya gencatan-gecjatan senjata yang dapat mengakibatkan banyak hak-hak asasi manusia terabaikan. Hal ini tak menutup kemungkinan adanya sekandal-sekandal orang-orang dalam dalam melakukan semua pembaikotan-pembaikotan ham yang ada. Sehingga orang-orang luar yang tidak begitu paham akan hal itu akan diam saja tanpa adanya pemikiran tentang pelanggaran ham

     

    SEJARAH HAM

    Menurut Sejarahnya, Asal mula HAM itu dimulai dari Eropa Bara, yaitu di Negara Inggris. Tonggak pertama kemenangan HAM ialah pada tahun 1215 dengan lahirnya Magna Charta.

    Di dalam Magna Charta itu tercantum kemenangan para bangsawan atas raja Inggris. Di dalamnya dijelaskan bahwa raja tidak lagi bertindak sewenang-wenang. Dalam hal-hal tertentu, raja di dalam tindakannya harus mendapat persetujuan para bangsawan. Walaupun hal itu terbatas dalam hubungan antara raja dengan bangsawan, tetapi kemudian terus berkembang. Sebagai suatu prinsip, hal ini merupakan suatu kemenangan, sebab hak-hak tertentu telah diakui oleh pemerintah.

    Perkembangan berikutnya dalam sejarah HAM yaitu adanya Revolusi Amerika pada tahun 1776 dan Revolusi Prancis pada tahun 1789. Kedua revolusi dalam abad ke 18 ini besar sekali pengaruhnya pada perkembangan hak asasi manusia tersebut. Revolusi Amerika menuntut adanya hak bagi setiap orang untuk hidup merdeka, dalam hal ini hidup berbas dari kekuasaan Inggris.

    Revolusi besar Prancis pada tahun 1789 bertujuan untuk membebaskan manusia warga negara Prancis dari kekangan kekuasaan mutlak dari seorang raja penguasa tunggal negara di Prancis pada tahun itu yaitu Raja Louis ke 16. Istilah yang dipakai pada waktu itu adalah "dtroit de l'homme" yang berarti "mensen rechten" dalam bahasa Belanda dan di Indonesia disebut dengan HAM (Hak Asasi Manusia).

    Yang dimaksud dengan HAM adalah hak yang melekat pada martabat manusia sebagai insan Ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, Contohnya : Hak hidup dengan selamat, hak kebebasan dan kesamaan, yang sifatnya tidak boleh dilanggar oleh siapa pun juga.

    Sekiand dari informasi ahli mengenai pengertian ham dan sejarah ham, semoga tulisan informasi ahli mengenai pengertian ham dan sejara ham dapat bermanfaat.

     

    Pengertian HAM menurut UU no.39 / 1999: 


    BAB I
    KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Undang-undang ini yang dimaksud dengan : Hak Asasi Manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum dan Pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia;Kewajiban dasar manusia adalah seperangkat kewajiban yang apabila tidak dilaksanakan, tidak memungkinkan terlaksananya dan tegaknya hak asasi manusia.Diskriminasi adalah setiap pembatasan, pelecehan, atau pengucilan yang langsung ataupun tak langsung didasarkan pada pembedaan manusia atas dasar agama, suku, ras, etnik, kelompok, golongan, status sosial, status ekonomi, jenis kelamin, bahasa, keyakinan politik, yang berakibat pengurangan, penyimpangan, atau penghapusan pengakuan, pelaksanaan, atau penggunaan hak asasi manusia dan kebebasan dasar dalam kehidupan baik individual maupun kolektif dalam bidang politik, ekonomi, hukum, sosial, budaya dan aspek kehidupan lainnya.Penyiksaan adalah setiap perbuatan yang dilakukan dengan sengaja, sehingga menimbulkan rasa sakit atau penderitaan yang hebat, baik jasmani, maupun rohani, pada seseorang untuk memperoleh pengakuan atau keterangan dari seseorang atau dari orang ketiga, dengan menghukumnya atas suatu perbuatan yang telah dilakukan atau diduga telah dilakukan oleh seseorang atau orang ketiga, atau untuk suatu alasan yang didasarkan pada setiap bentuk diskriminasi, apabila rasa sakit atau penderitaan tersebut ditimbulkan oleh, atas hasutan dari, dengan persetujuan, atau sepengetahuan siapapun dan atau pejabat politik.Anak adalah setiap manusia yang berusia di bawah 18 (delapan belas) tahun dan belum menikah, termasuk anak yang masih dalam kandungan apabila hal tersebut adalah demi kepentingannya.Pelanggaran hak asasi manusia adalah setiap perbuatan seseorang atau kelompok orang termasuk aparat negara baik disengaja maupun tidak sengaja, atau kelalaian yang secara melawan hukum mengurangi, menghalangi, membatasi, dan atau mencabut hak asasi manusia seseorang atau kelompok orang yang dijamin oleh Undang-undang ini, dan tidak mendapatkan, atau dikhawatirkan tidak akan memperoleh penyelesaian hukum yang adil dan benar, berdasarkan mekanisme hukum yang berlaku.Komisi Nasional Hak Asasi Manusia yang selanjutnya disebut Komnas HAM adalah lembaga mandiri yang kedudukannya setingkat dengan lembaga negara lainnya yang berfungsi melaksanakan pengkajian, penelitian, penyuluhan, pemantauan, dan mediasi hak asasi manusia.
    moga bermanfaat

    Demikian informasi mengenai Pengertian HAM Menurut Pakar Dan Sejarah HAM. Semoga dapat bermanfaat untuk anda baik itu Pengertian HAM Menurut Pakar Dan Sejarah HAM

    About Me   Disclaimer   Contact Us   Privacy Policy  
    @2015 Bersiap BLog