Pengertian Diagram, Jenis-jenisnya Beserta Contohnya


Like Tulisan

Yuk Bantu Like Tulisan Ini

Pengertian Diagram, Jenis-jenisnya Beserta Contohnya -

Diagram adalah suatu representasi simbolis informasi dalam bentuk geometri dua dimensi sesuai teknik visualisasi. Kadang teknik yang dipakai memanfaatkan visualisasi tiga dimensi yang kemudian diproyeksikan ke permukaan dua dimensi. Kata grafik biasa dipakai sebagai sinonim kata diagram.

Jenis- Jenis Diagram - diagram ini dibagi menjadi semacam kondisi yang baik dan gambar yang berbeda, sebagai berikut ..,
1. Diagram Garis - adalah penyajian data statistik dengan menggunakan diagram berbentuk garis lurus. Diagram garis biasanya digunakan untuk menyajikan data statistik yang diperoleh berdasarkan pengamatan dari waktu ke waktu secara berurutan.

!ads

Sumbu X menunjukkan waktu-waktu pengamatan, sedangkan sumbu Y menunjukkan nilai data pengamatan untuk suatu waktu tertentu. Kumpulan waktu dan pengamatan membentuk titik-titik pada bidang XY, selanjutnya kolom dari tiap dua titik yang berdekatan tadi dihubungkan dengan garis lurus sehingga akan diperoleh diagram garis atau grafik garis.

2. Diagram Lingkaran -  Grafik pie akan menyajikan data statistik dengan gambar lingkaran. Lingkaran dibagi menjadi beberapa bagian yang menyatakan nilai dari bentuk persen.

3. Diagram  Batang -

Penyajian dalam bentuk gambar grafik atau diagram dapat lebih menjelaskan lagi persoalan secara visual. Diagram batang (histogram) adalah gambaran mengenai suatu distribusi frekuensi, dimana untuk setiap kelas dinyatakan dalam skala horizontal (datar) dan frekuensinya dalam skala vertical (tegak); atau sebaliknya. Data yang variabelnya berbentuk kategori atau atribut sangat tepat disajikan dengan diagram batang. Jika diagram dibuat tegak, maka sumbu datar dipakai untuk menyatakan atribut. Kuantum atau nilai data digambar pada sumbu tegak. 

Sebuah histogram adalah representasi grafis dari distribusi data numerik. Ini adalah perkiraan distribusi probabilitas dari variabel kontinu (variabel kuantitatif) dan pertama kali diperkenalkan oleh Karl Pearson.  Untuk membangun histogram, langkah pertama adalah untuk "bin" rentang nilai-yaitu, membagi seluruh rentang nilai menjadi serangkaian interval-dan kemudian menghitung berapa nilai jatuh ke dalam setiap interval. Sampah biasanya ditetapkan sebagai berturut-turut, interval non-tumpang tindih variabel. Sampah (interval) harus berdekatan, dan ukuran biasanya sama. 

!ads

Jika sampah adalah ukuran yang sama, persegi panjang yang didirikan di atas bin dengan tinggi sebanding dengan frekuensi, jumlah kasus di setiap bin. Secara umum, bagaimanapun, sampah tidak perlu lebar sama; dalam kasus itu, persegi panjang didirikan memiliki wilayah sebanding dengan frekuensi kasus di tempat sampah [3] Sumbu vertikal tidak frekuensi tetapi kepadatan: jumlah kasus per unit dari variabel pada sumbu horisontal. Histogram juga dapat dinormalisasi menampilkan frekuensi relatif. Ini kemudian menunjukkan proporsi kasus yang jatuh ke dalam masing-masing beberapa kategori, dengan jumlah dari ketinggian menyamai 1. Contoh lebar bin variabel ditampilkan pada data Biro Sensus bawah.

Histogram memberikan rasa kasar dari kepadatan distribusi yang mendasari data, dan sering untuk estimasi kepadatan: memperkirakan fungsi kepadatan probabilitas dari variabel yang mendasarinya. Luas total dari histogram digunakan untuk kerapatan probabilitas selalu dinormalisasi ke 1. Jika panjang interval pada sumbu x semua 1, maka histogram identik dengan plot frekuensi relatif.

Sebuah histogram dapat dianggap sebagai estimasi kepadatan kernel sederhana, yang menggunakan kernel untuk kelancaran frekuensi atas sampah. Ini menghasilkan fungsi kepadatan probabilitas halus, yang pada umumnya lebih akurat mencerminkan distribusi variabel yang mendasarinya. Estimasi kepadatan bisa diplot sebagai alternatif untuk histogram, dan biasanya digambarkan sebagai kurva daripada satu set kotak.

Alternatif lain adalah rata-rata bergeser histogram, yang cepat untuk menghitung dan memberikan perkiraan kurva mulus kepadatan tanpa menggunakan kernel.

Histogram adalah salah satu dari tujuh alat dasar kontrol kualitas. 

Histogram sering bingung dengan grafik bar. Sebuah histogram digunakan untuk data kontinu, di mana sampah mewakili rentang data, dan bidang persegi panjang yang bermakna, sementara grafik bar adalah plot variabel kategori dan diskontinuitas harus ditunjukkan dengan memiliki kesenjangan antara persegi panjang, dari mana hanya panjang bermakna. Seringkali hal ini diabaikan, yang dapat menyebabkan bar chart yang bingung untuk histogram.

!ads

Perhatikan contoh berikut.

 

JUMLAH SISWA MENURUT TINGKAT SEKOLAH DAN JENIS KELAMIN

TINGKAT

SEKOLAH

JUMLAH SISWA

JUMLAH

LAKI – LAKI

PEREMPUAN

SD

SMP

ST

SMA

SMK

875

512

347

476

316

687

507

85

342

427

1.562

1.019

432

818

743

TOTAL

2.526

2.048

4.574

     Catatan : Data karangan

4.Diagram batang daun
Diagram batang daun - grafik tangkai daun adalah grafik sebagai contoh penyebaran data bila data terlebih dahulu dari yang terkecil sampai terbesar urutan. Diagram ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu batang dan diagram daun. Beban grafik menerima puluhan tangkai dan daun mengandung sejumlah perangkat.

5. Diagram kotak garis 
Diagram kotak garis  - kotak Diagram adalah satu set data statistik untuk tampilan grafik statistik, kotak garis besar lima seri, data ekstrim (data data terkecil dan terbesar) yang digunakan. Q1, Q2, Q3.

Demikian informasi mengenai Pengertian Diagram, Jenis-jenisnya Beserta Contohnya. Semoga dapat bermanfaat untuk anda baik itu Pengertian Diagram, Jenis-jenisnya Beserta Contohnya

About Me   Disclaimer   Contact Us   Privacy Policy  
@2015 Bersiap BLog