Doa Sholat Dhuha Dan Waktu Melaksanakannya

dhuha

Konten dari Artikel ini :

    Doa Sholat Dhuha

    Saat ini kita akan mengulas mengenai Doa Sholat Dhuha. Tidak  tidak cuma mengenai doa sholat dhuha , tapi kita juga akan mengulas selesai semua suatu hal yang terkait dengan sholat dhuha, niat sholat dhuha, doa shalat dhuha, doa setelah sholat dhuha, manfaat dhuha, keutamaan melaksanakan duha. 

    Sholat dhuha merupakan sunah yang disyariatkan oleh Rasulullah Saw. Selain nantinya saya akan menunjukkan doa Sholat Dhuha secara lengkap, saya di sini juga akan menjelaskan secara tuntas segala hal yang berkaitan tentang sholat dhuha.

    Saat matahari beranjak naik dari ufuk timur menuju ke tengah cakrawala, ada kesempatan untuk melaksanakan Sholat Sunnat Dhuha. Kemudian dilanjutkan dengan menghaturkan hajat dan permintaan kepada Allah swt. Semoga Ia Azza wa Jalla mempermudah hidup kita.

    Di dalam kitab-kitab mazhab Syafi’i, diajarkan doa yang bisa dilantunkan setelah sholat sunnah. Berikut ini bunyi redaksinya:

    Doa Sholat Dhuha

    اَللهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

    Doa Sholat dalam Huruf Latin

    ALLAAHUMMA INNADH DHUHAA-A DHUHAA-UKA, WAL BAHAA-A BAHAA-UKA, WAL JAMAALA JAMAALUKA, WAL QUWWATA QUWWATUKA, WAL QUDRATA QUDRATUKA, WAL 'ISHMATA 'ISHMATUKA. ALLAAHUMA INKAANA RIZQII FIS SAMMA-I FA ANZILHU, WA INKAANA FIL ARDHI FA-AKHRIJHU, WA INKAANA MU’ASSARAN FAYASSIRHU, WAINKAANA HARAAMAN FATHAHHIRHU, WA INKAANA BA’IIDAN FA QARRIBHU, BIHAQQI DUHAA-IKA WA BAHAA-IKA, WA JAMAALIKA WA QUWWATIKA WA QUDRATIKA, AATINII MAA ATAITA ‘IBAADAKASH SHAALIHIIN.

    Arti Doa Sholat Dhuha


    “Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha ini adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu. Ya Allah, apabila rezekiku masih ada di atas langit maka turunkanlah, apabila masih berada di dalam bumi, maka keluarkanlah, apabila sukar maka mudahkanlah, apabila haram maka sucikanlah, apabila jauh maka dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh.”

    Walau doa tersebut bukan berasal dari Rasulullah saw, tapi ulama membolehkan berdoa dengan kata-kata buatan sendiri.

    Berdoa Menggunakan Kalimat Sendiri

    Tentu saja diperbolehkan, merangkai kalimat untuk berdoa di luar yang diajarkan Rasulullah saw. Tapia ada dua syarat yang diajukan para ulama.

    1. Isi doa itu tidak bertentangan dengan doa yang diajarkan Rasulullah saw.

    Misalnya dalam doa ketika hujan, kita meminta keberkahan dengan ucapan “Allahumma shoyyiban nafi’an”. Ya Allah jadikanlah hujan ini bermanfaat. Tapi mana kala kita membuat kalimat doa sendiri dengan ucapan “Ya Allah, jadikanlah hujan ini jadi bencana”, tentu tidak boleh.

    Juga isinya tidak boleh melanggar syariat Islam, atau isinya keburukan.

    2. Tidak diyakini berasal dari Rasulullah saw.

    Karena kalau begitu, berarti kita telah mengadakan kebohongan atas nama Rasulullah saw.

    Syaikh Abdullah Al Faqih menerangkan sebagai berikut:

    فلا حرج على المسلم أن يدعو بدعاء يعبر فيه عن حاجته ورغبته أو كشف ضره، ولكنه إذا دعا بالأدعية المأثورة عن النبي صلى الله عليه وسلم أو غيره من الأنبياء كما جاء في القرآن الكريم أو السنة المطهرة كان أفضل، وعليه أن يختار من الأدعية ما يتناسب مع المقام الذي هو فيه أو الحاجة التي يطلبها، ولا مانع أن يجمع بين هذا وذلك ويركب من بينهما أدعية تعجبه وتناسب مقامه، فقد قال النبي صلى الله عليه وسلم: ثم يتخير من الدعاء أعجبه إليه فيدعوه . رواه البخاري

    Tak masalah seorang muslim berdoa dengan kata-kata yang mengandung hajatnya, keinginannya, atau jalan keluar dari masalah yang dihadapi. Namun, bila berdoa dengan redaksi yang bersumber dari Nabi atau dari para nabi lainnya sebagaimana tertulis dalam Al Quran, atau sunnah yang suci, maka itu lebih afdhal. Baiknya ia memilih doa sesuai dengan kondisinya, kedudukannya, atau kebutuhan yang dia rasakan. Tidak terlarang untuk menggabungkan antara doa yang ini dan itu, dan mempraktekkan keduanya dengan doa-doa yang dia sukai dan sesuai posisinya.

    Nabi telah bersabda: “.. kemudian dia memilih doa yang ia sukai maka berdoalah kepadaNya.” (HR. Al Bukhari).

    Waktu Dhuha

    Kapan kita akan melaksanakan sholat dhuha. Berikut pembahasan terkait waktu dhuha yang dianjurkan. Kata “Dhuha” berasal dari kata ad-Dhahwu [arab: الضَّحْوُ] yang berarti siang hari yang mulai terasa panasnya. (Al-Ain, kata: ضحو). Allah berfirman:

    وَأَنَّكَ لَا تَظْمَأُ فِيهَا وَلَا تَضْحَى

    “Di surga kamu tidak akan menglami kehausan dan kepanasan karena sinar matahari” (QS. Thaha: 119).

    Para ulama fiqh kemudian membuat batasan waktu sebagai berikut. Tertulis dalam Al-Mausu’ah al-Fiqhiyah al-Kuwaitiyah, 27/221).

    ما بين ارتفاع الشمس إلى زوالها

    “Waktu ketika matahari mulai meninggi sampai datangnya zawal (tergelincirnya matahari).

    Terdapat perbedaan di antara ulama untuk waktu mulai pengerjaan sholat sunnah Dhuha. Sebagian berpendapat, ketika matahari tepat telah terbit, maka sudah boleh umat muslim mengerjakan Sholat Sunnah Dhuha. Sebagian lain berpendapat tunggu hingga naiknya matahari sudah setinggi tombak, yang panjangnya berkisar 2 meter.

    Keutamaan Sholat Dhuha

    Selain mendapat kesempatan untuk berdoa, orang yang melaksanakan Sholat Dhuha juga mendapat keutamaan berikut:

    1. Diampuni dosanya.

    Sebagaimana sabda Rasulullah saw: “Barangsiapa yang selalu mengerjakan shalat Dhuha niscaya akan diampuni dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan.” (HR. Tarmidzi)

    2. Tercatat sebagai orang yang bertaubat kepada Allah SWT.

    Rasulullah saw bersabda: “Tidaklah seseorang selalu mengerjakan shalat Dhuha kecuali ia telah tergolong sebagai orang yang bertaubat.” (HR. Hakim).

    3. Tercatat sebagai orang yang taat dan ahli ibadah, terbebas dari cap orang yang lalai, mendapat keselamatan, hingga mendapat rumah di surga.

    “Barangsiapa yang shalat Dhuha dua rakaat, maka dia tidak ditulis sebagai orang yang lalai. Barangsiapa yang mengerjakannya sebanyak empat rakaat, maka dia ditulis sebagai orang yang ahli ibadah. Barangsiapa yang mengerjakannya enam rakaat, maka dia diselamatkan di hari itu. Barangsiapa mengerjakannya delapan rakaat, maka Allah tulis dia sebagai orang yang taat. Dan barangsiapa yang mengerjakannya dua belas rakaat, maka Allah akan membangun sebuah rumah di surga untuknya.” (HR. At-Thabrani).

    4. Masuk surga dari pintu yang bernama Pintu Dhuha

    “Sesungguhnya di dalam surga terdapat sebuah pintu bernama pintu Dhuha. Apabila Kiamat telah tiba maka akan ada suara yang berseru, ‘Di manakah orang-orang yang semasa hidup di dunia selalu mengerjakan shalat Dhuha? Ini adalah pintu buat kalian. Masuklah dengan rahmat Allah Subhanahu Wata’ala.” (HR. At-Thabrani).

    5. Rezekinya tercukupi.

    “Wahai anak Adam, janganlah engkau merasa lemah dari empat rakaat dalam mengawali harimu, niscaya Aku (Allah) akan menyukupimu di akhir harimu.” (HR. Abu Darda`).

    6. Dianggap telah bersedekah

    “Hendaklah masing-masing kamu bersedekah untuk setiap ruas tulang badanmu pada setiap pagi. Sebab tiap kali bacaan tasbih itu adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada yang ma’ruf adalah sedekah, mencegah yang mungkar adalah sedekah. Dan sebagai ganti dari semua itu, maka cukuplah mengerjakan dua rakaat sholat Dhuha.” (HR Muslim).

    Demikian informasi mengenai Doa Sholat Dhuha Dan Waktu Melaksanakannya. Semoga dapat bermanfaat untuk anda baik itu Doa Sholat Dhuha Dan Waktu Melaksanakannya

    About Me   Disclaimer   Contact Us   Privacy Policy  
    @2015 Bersiap BLog