Doa, Niat, Bacaan Dan Tata Cara Shalat Shubuh

Doa, Niat, Bacaan Dan Tata Cara Shalat Shubuh


Konten dari Artikel ini :

    Sholat shubuh disebut juga sholat Fajr. Karena dikerjakan ketika matahari sebentar lagi terbit. Dijelaskan oleh para ulama tentang waktu sholat shubuh: “Awal waktu shalat Shubuh adalah saat terbit fajar kedua (fajar shodiq). Akhir waktunya -yang disebut waktu ikhtiyar (pilihan)- adalah sampai isfaar. Akhir waktu jawaz (bolehnya) adalah sampai matahari terbit.”

    Di sekitar Jabodetabek, waktu pengerjaan sholat shubuh dari sekitar jam 4 hingga jam 6 pagi. Waktu masuknya sholat berbeda-beda tiap waktu, tergantung keadaan Fajar.


    Keutamaan Sholat Shubuh

    Sholat shubuh merupakan jalan untuk mendapatkan surga Allah swt. Hal ini dipertegas oleh Rasulullah saw dalam sabdanya, “Barangsiapa yang mengerjakan shalat bardain (yaitu shalat shubuh dan ashar) maka dia akan masuk surga.” (HR. Bukhari no. 574 dan Muslim no. 635).

    Apalagi bila sholat itu dikerjakan secara berjamaah. Ada pahala yang sangat besar menanti. “Barangsiapa yang shalat isya` berjama’ah maka seolah-olah dia telah shalat malam selama separuh malam. Dan barangsiapa yang shalat shubuh berjamaah maka seolah-olah dia telah shalat seluruh malamnya.” (HR. Muslim no. 656)


    Jumlah Rakaat Sholat Shubuh

    Sholat shubuh dikerjakan dengan 2 rakaat dan sekali salam.

    Berdoa Setelah Sholat Shubuh

    Dengan keutamaan yang besar ini, tentu saja kita bisa “melampirkan” rangkaian doa setelah mengerjakan sholat.

    Meski tak tercatat hadits yang menjelaskan doa khusus yang dibaca Rasulullah saat setelah Sholat Fajar, kita tetap boleh menentukan doa sendiri dari Al-Qur’an atau hadits yang ma’tsur. Bahkan bisa juga merangkai sendiri kata-kata yang akan diucapkan sebagai doa dengan menggunakan Bahasa Indonesia.

    Ada pun doa-doa ternama dari Al-Qur’an dan hadits yang baik kita baca antara lain sebagai berikut:

    1. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

    “Ya Allah, berikanlah kepada Kami kebaikan di dunia, berikan pula kebaikan di akhirat dan lindungilah Kami dari siksa neraka.”

    Lafaz ini diambil dari surat Al-Baqarah ayat 201. Dalam doa ini, dipintakan kebaikan untuk di dunia maupun akhirat. Kebaikan secara umum.

    2. هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

    “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”

    Diambil dari surat Al Furqan ayat 74, meminta keturunan yang sholih.

    3. رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

    “Ya Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Rabb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma’aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.”

    Diambil dari Al-Qur’an surat Al-Baqoroh ayat 286.

    Dan doa-doa dari hadits Rasulullah misalnya:

    1. أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

     “Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari keburukan apa-apa yang Dia ciptakan.” (HR Tirmidzi)

    2. بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

     “Dengan nama Allah Yang bersama NamaNya sesuatu apa pun tidak akan celaka baik di bumi dan di langit. Dialah Maha Medengar lagi maha Mengetahui” (HR Bukhori)

    3. اللهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِن الهَمّ وَ الحَزَنْ, وَ العَجْزِ وَ الكَسلْ, وَ البُخْلْ وَ الجُبْنِ,وَ ضَلَعِ الدَينِ, وَ غَلَبَتِ الرِ جَا لْ

     “Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari rasa gelisah dan sedih, lemah dan malas, pengecut dan kikir, dibebani hutang (dhala’id dain) dan dikuasai manusia (ghalabatir rijal).” (HR Bukhori)

    Niat Sholat Shubuh dalam Bahasa Arab

    Untuk memantapkan hati dalam mengerjakan ibadah unggulan ini, dianjurkan melafazahkan bacaan niat yang berbunyi seperti berikut:

    اُصَلّى فَرْضَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

    USHOLLII FARDHOSH SHUBHI ROK'ATAINI MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA-AN MA'MUUMAN LILLAAHI TA'AALA.

     Artinya :
    Aku berniat shalat fardu Shubuh dua raka'at menghadap kiblat sebagai ma'mum karena Allah Ta'ala

    Persoalan melafazhkan niat ini sebenarnya adalah masalah khilafiyah. Karena ada ulama yang menganjurkan, dan ada ulama yang melarang karena alasannya tak ada tuntunan dari Nabi Muhammad saw. Lebih baik menghindari perdebatan dan ikuti mana yang menurut kita paling benar.


    Sholat Shubuh dalam Keadaan Junub

    Sholat merupakan ibadah yang dikerjakan untuk Allah dengan syarat-syarat tertentu. Salah satunya adalah harus bersih dari hadats, baik hadats kecil maupun besar.

    Dari Ibnu Umar Radhiallahu ‘Anhuma, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda:

    لا تقبل صلاة بغير طهور

    Shalat tidaklah diterima dengan tanpa bersuci. (HR. At Tirmidzi No. 1. Imam At Tirmidzi berkata: hadits ini adalah yang paling shahih dan hasan dalam bab ini. Al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan: isnadnya shahih. Lihat Fathul Bari, 3/278)

    Dalam Al-Qur’an, Allah swt bersabda,

    وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا

    Dan jika kalian junub maka bersucilah. (QS. Al Maidah: 6)

    Karena itu, tidak sah sholat seseorang yang belum berwudhu (bila ia berhadats kecil), atau mandi (bila ia junub atau berhadats besar).

    Namun bila telah terlanjur sholat, ia tidak berdosa. Hanya saja ia harus mengulangi sholatnya lagi setelah bersuci.


    Doa Qunut Shubuh

    Menurut mazhab Syafi’I, disunnahkan membaca do’a qunut di antara I’tidak dan sujud rakaat kedua pada Sholat Shubuh. Bunyi doa tersebut adalah sebagai berikut:


    اَللّهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ
    وَعَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ
    وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ
    وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ
    وَقِنِيْ شَرَّمَا قََضَيْتَ،
    فَاِ نَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ
    وَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ
    وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ
    تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ
    فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ
    وَاَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ
    وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

    Ya Allah tunjukkanlah akan daku sebagaiman mereka yang telah Engkau tunjukkan
    Dan berilah kesihatan kepadaku sebagaimana mereka yang Engkau telah berikan kesihatan
    Dan peliharalah daku sebagaimana orang yang telah Engkau peliharakan
    Dan berilah keberkatan bagiku pada apa-apa yang telah Engkau kurniakan
    Dan selamatkan aku dari bahaya kejahatan yang Engkau telah tentukan
    Maka sesungguhnya Engkaulah yang menghukum dan bukan kena hukum
    Maka sesungguhnya tidak hina orang yang Engkau pimpin
    Dan tidak mulia orang yang Engkau memusuhinya
    Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha tinggi Engkau
    Maha bagi Engkau segala pujian di atas yang Engkau hukumkan
    Ku memohon ampun dari Engkau dan aku bertaubat kepada Engkau
    (Dan semoga Allah) mencurahkan rahmat dan sejahtera ke atas junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya

    Demikian informasi mengenai Doa, Niat, Bacaan Dan Tata Cara Shalat Shubuh. Semoga dapat bermanfaat untuk anda baik itu Doa, Niat, Bacaan Dan Tata Cara Shalat Shubuh

    About Me   Disclaimer   Contact Us   Privacy Policy  
    @2015 Bersiap BLog