Bacaan Doa Qunut Subuh Lengkap Dan Artinya

subuh

Konten dari Artikel ini :

    Doa Qunut

    Doa Qunut rumi adalah Doa yang di baca ketika sholat subuh, Tepatnya di waktu i'tidal atau di waktu berdiri dari sesudah ruku pada raka'at ter akhir, Hukum dari membaca Qunut ini adalah sunnah ab'adh, Artinya adalah sunnah yang di perkuat.


     اللّهُمَّ اهْدِنِيْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ, وَعَافِنِيْ فِيْمَنْ عَافَيْتَ, وَتَوَلَّنِيْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ, وَبَارِكْ لِيْ فِيْمَا أَعْطَيْتَ, وَقِنِيْ شَرَّ مَا قَضَيْتَ. فَإِنَّكَ تَقْضِى وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ, وَإِنَّهُ لاَيَذِلُّ مَنْ وَّالَيْتَ, وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ, تَبَا رَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ, فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ, أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى خَيْرِ خَلْقِهِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدِنِ النَّبِيِّ اْلأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ

    Allahummahdiniy fiiman hadait. Wa 'aafiniy fiiman 'aafait. Wa tawallaniy fiiman tawallait. Wa baarikliy fiima a'thoita. Wa qiniy syarro maa qodhoit. Fainnaka taqdhii walaa yuqdhoo 'alaik. Wa innahuu laa yadzillu man waalait. Wa laa ya 'izzu man 'aadait. Tabaarokta robbanaa wata'aalait. Falakal hamdu 'alaa maa qodhoit. Astaghfiruka wa atuubu ilaik. Wa shollallahu 'alaa sayyidinaa muhammadininnabiyyil ummiyyi wa 'alaa aalihii washohbihii wa sallam.

    Ya Allah tunjukkan aku sebagaimana mereka yang telah Engkau tunjukkan. Berikan kesehatan kepadaku sebagaimana mereka yang telah Engkau berikan kesehatan. Dan peliharalah aku sebagaimana orang-orang yang telah Engkau peliharakan. Berilah keberkatan bagiku pada apa-apa yang telah Engkau karuniakan. Dan selamatkan aku dari bahaya yang telah Engkau tentukan. Maka sesungguhnya, Engkaulah yang menghukum dan bukannya yang kena hukum. Dan sesungguhnya tidak hina orang yang Engkau pimpin. Dan tidak mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha Tinggi. Maka bagi Engkaulah segala pujian di atas apa yang Engkau hukumkan. Aku memohon ampun dari-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu. Dan semoga Allah mencurahkan rahmat dan sejahtera ke atas junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarganya.

    Pembagian Doa Qunut


    Sebenarnya Doa qunut itu terbagi menjadi tiga macam, yang pertama adalah doa qunut nazilah, Doa qunut nazilah adalah doa qunut yang dibacakan ketika terjadinya musibah, bala bencana seperti penyakit peristiwa seperti bencana alam dan yang lainnya, pembacaan doa qunut nazilah sama seperti doa qunut sholat subuh, yaitu pada waktu i'tidal tepatnya diwaktu berdiri sesudah ruku pada raka'at terakhir, hukum Doa qunut nazilah ini adalah Sunnah hai'ah, jadi jika kita lupa tidak disunatkan bersujud sahwi, untuk lebih jelasnya tentang doa qunut nazilah teman-teman bisa lihat disini doa Qunut nazilah.

    Yang kedua adalah Doa Qunut pada sholat witir, Menurut pengikut imam abu hanifah qunut pada sholat witir dilakukan pada raka'at ketiga sebelum ruku, pada setiap sholat sunnah, menurut pengikut ahmad bin hanabal qunut sholat witir dilakukan setelah ruku, menurut pengikut imam syafi'i qunut pada sholat witir dilakukan pada akhir sholat witir setelah ruku, pada separuh kedua bulan romadhon, akan tetapi menurut pengikut imam malik qunut pada sholat witir tidak disunnatkan.

    Yang ketiga adalah Doa qunut pada rakaat terakhir sholat shubuh seperti yang dijelaskan di atas, pembahasan utama kita, Doa qunut yang dilakukan atau dibacakan pada raka'at terakhir sholat shubuh tepatnya pada waktu i'tidal setelah ruku, hukum dari doa qunut sholat shubuh ini menurut imam syafi'i adalah sunnah ab'adh, dalam arti diberi pahala bagi orang yang mengerjakannya dan bagi orang yang lupa dalam membaca doa qunut ini maka disunnatkan untuk menggantikannya dengan sujud sahwi.

    Banyak sekali perbedaan pendapat dari doa qunut ini, namun kita sebagai pengikut madzab imam syafi'i tentu disunnahkan untuk melakukannya

    Arti Qunut 


    Arti Qunut sendiri dapat disebutkan sebagai berikut :
    1. Tunduk dan Taat, berdasarkan ayat "Hanya milik Allah segala yang ada di langit dan di bumi, semuanya kunut (tunduk) kepada Allah." (QS. Al-Baqarah: 116).
    2. Ibadah shalat yang pengertiannya diambil dari ayat "Hai Maryam, lakukanlah kunut (shalatlah), sujudlah, dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk." (QS. Ali Imran: 43)
    3. Diam dan tenang ("Berdirilah menghadap Allah (shalat) dengan tenang." (QS. Al-baqara: 238))
    4. Berdiri lama ketika shalat, berdasarkan hadist Rasulullah "Shalat yang paling utama adalah yang panjang qunutnya (berdirinya). (HR. Muslim)".
     

    Hukum Doa Qunut


    Ada beberapa pendapat imam madzhab dalam masalah qunut

    Ulama Malikiyyah

    Mereka berpendapat bahwa tidak ada qunut kecuali pada shalat shubuh saja. Tidak ada qunut pada shalat witir dan shalat-shalat lainnya.

    Ulama Syafi’iyyah

    Mereka berpendapat bahwa tidak ada qunut dalam shalat witir kecuali ketika separuh akhir dari bulan Ramadhan. Dan tidak ada qunut dalam shalat lima waktu yang lainnya selain pada shalat shubuh dalam setiap keadaan (baik kondisi kaum muslimin tertimpa musibah ataupun tidak, -pen). Qunut juga berlaku pada selain shubuh jika kaum muslimin tertimpa musibah (yaitu qunut nazilah).

    Ulama Hanafiyyah

    Disyariatkan qunut pada shalat witir. Tidak disyariatkan qunut pada shalat lainnya kecuali pada saat nawaazil yaitu kaum muslimin tertimpa musibah, namun qunut nawaazil ini hanya pada shalat shubuh saja dan yang membaca qunut adalah imam, lalu diaminkan oleh jama’ah dan tidak ada qunut jika shalatnya munfarid (sendirian).


    Ulama Hanabilah (Hambali)

    Mereka berpendapat bahwa disyari’atkan qunut dalam witir. Tidak disyariatkan qunut pada shalat lainnya kecuali jika ada musibah yang besar selain musibah penyakit. Pada kondisi ini imam atau yang mewakilinya berqunut pada shalat lima waktu selain shalat Jum’at.
    Sedangkan Imam Ahmad sendiri berpendapat, tidak ada dalil yang menunjukkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melakukan qunut witir sebelum atau sesudah ruku’.
    Inilah pendapat para imam madzhab. Namun pendapat yang lebih kuat, tidak disyari’atkan qunut pada shalat fardhu kecuali pada saat nawazil (kaum muslimin tertimpa musibah). Adapun qunut witir tidak ada satu hadits shahih pun dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menunjukkan beliau melakukan qunut witir. Akan tetapi dalam kitab Sunan ditunjukkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan Al Hasan bin ‘Ali bacaan yang diucapkan pada qunut witir yaitu “Allahummah diini fiiman hadayt …”. Sebagian ulama menshahihkan hadits ini[1]. Jika seseorang melakukan qunut witir, maka itu baik. Jika meninggalkannya, juga baik. Hanya Allah yang memberi taufik. (Ditulis oleh Syaikh Muhammad Ash Sholih Al ‘Utsaimin, 7/ 3/ 1398)[2]
    Adapun mengenai qunut shubuh secara lebih spesifik, Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin menjelaskan dalam fatwa lainnya. Beliau pernah ditanya: “Apakah disyari’atkan do’a qunut witir (Allahummah diini fiiman hadayt …) dibaca pada raka’at terakhir shalat shubuh?”
    Beliau rahimahullah menjelaskan: “Qunut shubuh dengan do’a selain do’a ini (selain do’a “Allahummah diini fiiman hadayt …”), maka di situ ada perselisihan di antara para ulama. Pendapat yang lebih tepat adalah tidak ada qunut dalam shalat shubuh kecuali jika di sana terdapat sebab yang berkaitan dengan kaum muslimin secara umum. Sebagaimana apabila kaum muslimin tertimpa musibah -selain musibah wabah penyakit-, maka pada saat ini mereka membaca qunut pada setiap shalat fardhu. Tujuannya agar dengan do’a qunut tersebut, Allah membebaskan musibah yang ada.”


    Sumber : https://rumaysho.com/529-qunut-shubuh-dalam-pandangan-empat-madz-hab-2.html

     

    Terlupa Membaca Do’a Qunut


    Perkara ini sering berlaku kepada kita pada saat sholat subuh yaitu terlupa untuk membaca do’a qunut dan terus sujud. Jadi sah atau tidak sholat kita. Sholat kita sah kerana membaca do’a qunut itu sunah. Tetapi disunahkan untuk melakukan sujud syahwi kerana membaca do’a qunut merupakan sunah aba’ad.

    Cara Melakukan Sujud Syahwi

    Sujud syahwi dilakukan setelah selesai bacaan tahiyat akhir dan sebelum salam.
    Melakukan sujud sebanyak dua kali.
    Pada kedua-dua sujud berikut membaca tasbih berikut ini:


    سُبْحَانَ مَنْ لَا يَنَامُ وَلَا يَسْهُوْ

    ” Subhaana man laa yanaa mu walaa yashu ”

    Artinya : Maha suci Allah yang tidak tidur dan tidak lupa.

    Credits: https://www.satujam.com/doa-qunut/

     

    Doa Qunut Witir


    Masalah lainnya yang masih banyak dipertanyakan oleh sebagian kalangan adalah doa qunut witir yang dimulai pada pertengahan bulan Ramadhan. Ulama’ Syafi’iyyah telah merumuskan dalam beberapa kitab fiqihnya bahwa, disunnahkan melakukan qunut witir pada akhir rokaat sholat witir di separuh bulan Ramadhan akhir.

    Karena dalam suatu riwayat Imam Abu Dawud menceritakan bahwa sahabat Nabi yang bernama Ubay bin Ka’ab telah melakukan Qunut semasa khalifah Umar bin Khattab. Pada saat itu beliau mengumpulkan orang untuk melakukan sholat tarawih.

    Bahkan dalam riwayat lain, Nabi  telah mengajarkan qunut pada cucunya Sayyid Hasan bin Ali Karromallahu Wajhah.

    Kemudian dasar yang digunakan oleh generasi Ulama’ berikutnya adalah kitab-kitab rujukan yang ada seperti dalam Al-Adzkar hal: 57:

    Menurut pendapatku (yaitu Imam Nawawi), disunnahkan membaca Qunut dalam separuh bulan Ramadhan yang akhir, pada rakaat akhirnya sholat witir.

    Masalah khilafiyah ini tidak menutup kemungkinan dapat menimbulkan konflik dan memicu perpecahan. Maka sebagai Ahlus Sunnah Wal Jama’ah sebaiknya menyikapi perbedaan ini dengan bijak dan dewasa.

    Karena bagaimana pun itu, keutuhan dan persatuan umat Islam tetaplah yang terpenting daripada hanya mengurusi khilafiyah ini. Bukankah Nabi  bersabda: “Perbedaan diantara umatku adalah Rahmat”.

    Demikian informasi mengenai Bacaan Doa Qunut Subuh Lengkap Dan Artinya. Semoga dapat bermanfaat untuk anda baik itu Bacaan Doa Qunut Subuh Lengkap Dan Artinya

    Sosial Media : Fanpage Belajar Islam Twitter Bersiap Twitter Client

    DMCA.com Protection Status

    About Me   Disclaimer   Contact Us   Privacy Policy  
    @2015 Bersiap BLog