Anatomi Tubuh Manusia Secara Lengkap

tubuh manusia

Konten dari Artikel ini :

    Anatomi Tubuh Manusia

    Anatomi tubuh manusia terbagi dalam beragam system. Cabang pengetahuan biologi ini secara prinsip pelajari mengenai susunan badan manusia yang terjadi dari system, organ-organ, jaringan, serta sel. Karna systemnya yang sangat banyak serta kompleks, beberapa ilmuwan juga penasaran utk selalu menggali misteri di dalamnya dengan melaksanakan kajian. Penelitian ini dia yang selanjutnya bermanfaat untuk manusia utk menyadari lebih jauh bagaimana melindungi badannya. 

    Pelajaran tentang anggota tubuh manusia tentu udah dikenalkan mulai sejak pendidikan umur awal, paling untuk tidak mengetahui beberapa namanya. Umumnya instansi pendidikan bilingual bahkan juga mengenalkan anggota badan dalam bhs Inggris (parts of body) dan anggota badan dalam bhs arab (mufradat). Biasanya kosa kata yang didapatkan masih tetap simple, sekitar anggota badan manusia yang dapat diliat seperti kepala, tangan, kaki, jari, serta beda sebagainya. Pelajaran mirip ini pasti memiliki tujuan utk mengajarkan pada anak-anak kalau badan manusia terjadi dari beragam jenis sisi serta system. 

    Anatomi badan wanita serta lelaki secara prinsip cuma tidak serupa pada organ seksualnya. Satu diantara hasil kajian dari pengetahuan anatomi badan manusia yaitu tentang peranan dari semasing system. Setidaknya hingga waktu ini, kajian menunjukkan ada 12 system pada badan manusia.

    Pada badan manusia terbagi dalam beberaapa susunan organ, dari susunan organ itu membuat satu system organ. Badan manusia terbagi dalam system kerangka, system otot, system peredaran darah, system pernafasan, System Indera, System Pencernaan, System Imun, System Reproduksi, System Syaraf, System Endokrin. Serta dalam tiap-tiap system ada banyak organ sisi badan, umpamanya pada system kerangka ada bebarapa organ badan diantaranya tulang kelapa, tulang kerangka dada, tulang muka serta yang lain. 

    Anatomi Tubuh Manusia Secara Lengkap 


    1. Sistem Kerangka 
     

    Sistem rangka adalah sistem yang memiliki fungsi untuk menyimpan bahan mineral, tempat pembentukan sel darah, tempat melekatnya otot rangka, melindungi tubuh yang lunak dan menunjang tubuh. Terdiri dari tengkorak, tulang rusuk, tulang belakang, rangka penopang tulang bahu, rangka penopang tulang pinggul, tulang angota badan atas dan bawah.

    Tulang-tulang dalam tubuh membentuk sistem rangka. Kemudian sistem rangka ini bersama-sama menyusun kerangka tubuh. Sistem rangka membentuk dasar dari tubuh manusia. Semua organ-organ, daging, darah, otot, cair dan udara semua terkandung dalam tubuh dan memiliki kestabilan dan kekuatan tertentu karena tulang. The 206 tulang dalam tubuh membentuk sistem rangka. Tulang-tulang ini didukung oleh sumsum tulang, yang dihasilkan oleh bentuk energi paling murni di dalam tubuh.

    Sistem rangka adalah suatu sistem organ yang memberikan dukungan fisik pada makhluk hidup. Sistem rangka umumnya dibagi menjadi tiga tipe: eksternal, internal, dan basis cairan (rangka hidrostatik), walaupun sistem rangka hidrostatik dapat pula dikelompokkan secara terpisah dari dua jenis lainnya karena tidak adanya struktur penunjang.

    Rangka manusia dibentuk dari tulang tunggal atau gabungan (seperti tengkorak) yang ditunjang oleh struktur lain seperti ligamen, tendon, otot, dan organ lainnya.

    Secara garis besar, rangka (skeleton) manusia dibagi menjadi dua, yaitu rangka aksial (tumbu tubuh) dan rangka apendikuler (anggota tubuh).

    2. System Otot 
     

    Sistem otot adalah sistem tubuh yang memiliki fungsi seperti untuk alat gerak, menyimpan glikogen dan menentukan postur tubuh. Terdiri atas otot polos, otot jantung dan otot rangka. Otot merupakan alat gerak aktif yang mampu menggerakkan tulang, kulit dan rambut setelah mendapat rangsangan. Otot memiliki tiga kemampuan khusus yaitu : kontraktibilitas : kemampuan untuk berkontraksi / memendek Ekstensibilitas : kemampuan untuk melakukan gerakan kebalikan dari gerakan yang ditimbulkan saat kontraksi Elastisitas : kemampuan otot untuk kembali pada ukuran semula setelah berkontraksi. Saat kembali pada ukuran semula otot disebut dalam keadaan relaksasi.

    Jenis otot 1. otot lurik Nama lain: otot rangka, otot serat lintang (musculus striated) atau otot involunter Struktur : serabut panjang, berwarna/lurik dengan garis terang dan gelap, memiliki inti dalam jumlah banyak dan terletak dipinggir Kontraksi: menurut kehendak kita (dibawah kendali sistem syaraf pusat), gerakan cepat, kuat, mudah lelah dan tidak beraturan Struktur anatomi dari otot rangka 2. Otot Polos Nama lain : otot alat-alat dalam / visceral / musculus nonstriated / otot involunter Struktur : bentuk serabut panjang seperti kumparan, dengan ujung runcing, dengan inti berjumlah satu terletak dibagiann tengah. Kontraksi : tidak menurut kehendak atau diluar kendali sistem saraf pusat, gerakan lambat, ritmis dan tidak mudah lelah. 3. otot jantung Nama lain: Myocardium atau musculus cardiata atau otot involunter struktur : Bentuk serabutnya memanjang, silindris, bercabang. Tampak adanya garis terang dan gelap. memiliki satu inti yang terletak di tengah Kontraksi: tidak menurut kehendak, gerakan lambat, ritmis dan tidak mudah lelah 

    3. System peredaran darah 
     

    System peredaran darah atau aliran berguna untuk memompa darah ke semua badan. System peredaran manusia yaitu jantung. Jantung berwujud runjung yang terbalik letaknya. Letak jantung pada badan demikian rupa hingga ujung runjung itu (ujung jantung) menghadap ke bawah, ke depan serta ke kiri. Basis jantung menghadap ke atas, ke belakang serta sedikit ke kanan. Pada basis jantung berikut berhimpun aorta, batang nadi paru-paru, batang pembuluh balik atas serta bawah bersama ke dua (atau empat pembuluh balik paru-paru). 

    Sisi dalam jantung terdiri atas 4 ruangan : serambi kiri, bilik kiri, serambi kanan serta bilik kanan. Serambi kiri serta bilik kiri keduanya terkait, demikian pula serambi kanan serta bilik kanan. Sisi kiri jantung dipisahkan dari sisi kanan oleh sekat rongga jantung. 


    4. Sistem Pernafasan 
     

    System pernafasan yaitu anatomi badan manusia yang berguna untuk bernafas. organ badan yang dipakai dalah paru-paru. Paru-paru sebagai satu alat badan yang beberapa besar terbagi dalam gelembung (gelembung udara/alveoli). Gelembung-gelembung udara terbagi dalam beberapa sel epitel serta endotel. Banyak gelembung paru-paru lebih kurang 700. 000. 000 buah (paru-paru kanan serta kiri). 

    Paru-paru terdapat pada rongga dada. Pada rongga dada tengah terdapat paru-paru sedang pada rongga dada depan terdapat jantung. Paru-paru terbagi dalam dua sisi, yakni sisi kanan serta kiri. Paru-paru kanan terdiri atas tiga belah paru (lobus). serta paru-paru kiri terbagi dalam dua belah yakni belah atas serta belah bawah. Pada system pernapasan, oksigen sebagai kepentingan yang begitu paling utama, lantaran manusia hirup oksigen serta keluarkan karbon dioksida serta uap air. 

    Sistem pernapasan pada manusia adalah sistem menghirup oksigen dari udara serta mengeluarkan karbon dioksida dan uap air. Dalam proses pernapasan, oksigen merupakan zat kebutuhan utama. Oksigen untuk pernapasan diperoleh dari udara di lingkungan sekitar. Alat-alat pernapasan berfungsi memasukkan udara yang mengandung oksigen dan mengeluarkan udara yang mengandung karbon dioksida dan uap air. Tujuan proses pernapasan yaitu untuk memperoleh energi. Pada peristiwa bernapas terjadi pelepasan energi. Sistem pernapasan pada manusia mencakup dua hal, yakni saluran pernapasan dan mekanisme pernapasan.


    Saluran pernapasan atau tractus respiratorius (respiratory tract) adalah bagian tubuh manusia yang berfungsi sebagai tempat lintasan dan tampat pertukaran gas yang diperlukan untuk proses pernapasan. Saluran ini berpangkal pada hidung atau mulut dan berakhir pada paru-paru.

    1. Alat Pernapasan Manusia
    Berikut adalah bagian-bagian organ alat pernapasan pada manusia.

    1.1. Hidung (Cavum Nasalis)
    Selain sebagai salah satu organ alat pernapasan manusia, hidung juga berfungsi sebagai salah satu dari 5 indera. Hidung berfungsi sebagai alat untuk menghirup udara, penyaring udara yang akan masuk ke paru-paru, dan sebagai indera penciuman.

    1.2. Tekak (Faring)
    Faring merupakan persimpangan antara rongga hidung ke tenggorokan (saluran pernapasan) dan rongga mulut ke kerongkongan (saluran pencernaan). Pada bagian belakang faring terdapat laring. Laring disebut pula pangkal tenggorok. Pada laring terdapat pita suara dan epiglotis atau katup pangkal tenggorokan. Pada waktu menelan makanan epiglotis menutupi laring sehingga makanan tidak masuk ke dalam tenggorokan. Sebaliknya pada waktu bernapas epiglotis akan membuka sehingga udara masuk ke dalam laring kemudian menuju tenggorokan.

    1.3. Tenggorokan (Trakea)
    Tenggorokan berbentuk seperti pipa dengan panjang kurang lebih 10 cm. Di paru-paru trakea bercabang dua membentuk bronkus. Dinding tenggorokan terdiri atas tiga lapisan berikut.

    Lapisan paling luar terdiri atas jaringan ikat.
    Lapisan tengah terdiri atas otot polos dan cincin tulang rawan. Trakea tersusun atas 16–20 cincin tulang rawan yang berbentuk huruf C. Bagian belakang cincin tulang rawan ini tidak tersambung 
    dan menempel pada esofagus. Hal ini berguna untuk mempertahankan trakea tetap terbuka.
    Lapisan terdalam terdiri atas jaringan epitelium bersilia yang menghasilkan banyak lendir. Lendir ini berfungsi menangkap debu dan mikroorganisme yang masuk saat menghirup udara.
    Selanjutnya, debu dan mikroorganisme tersebut didorong oleh gerakan silia menuju bagian belakang mulut.

    Akhirnya, debu dan mikroorganisme tersebut dikeluarkan dengan cara batuk. Silia-silia ini berfungsi menyaring benda-benda asing yang masuk bersama udara pernapasan.

    1.4. Cabang Tenggorokan (Bronkus)
    Bronkus merupakan cabang batang tenggorokan. Jumlahnya sepasang, yang satu menuju paru-paru kanan dan yang satu menuju paru-paru kiri. Bronkus yang ke arah kiri lebih panjang, sempit, dan mendatar daripada yang ke arah kanan. Hal inilah yang mengakibatkan paru-paru kanan lebih mudah terserang penyakit. Struktur dinding bronkus hampir sama dengan trakea. Perbedaannya dinding trakea lebih tebal daripada dinding bronkus. Bronkus akan bercabang menjadi bronkiolus. Bronkus kanan bercabang menjadi tiga bronkiolus sedangkan bronkus kiri bercabang menjadi dua bronkiolus.

    1.5. Bronkiolus
    Bronkiolus merupakan cabang dari bronkus. Bronkiolus bercabang-cabang menjadi saluran yang semakin halus, kecil, dan dindingnya semakin tipis. Bronkiolus tidak mempunyai tulang rawan tetapi rongganya bersilia. Setiap bronkiolus bermuara ke alveolus.

    1.6. Alveolus
    Bronkiolus bermuara pada alveol (tunggal: alveolus), struktur berbentuk bola-bola mungil yang diliputi oleh pembuluh-pembuluh darah. Epitel pipih yang melapisi alveoli memudahkan darah di dalam kapiler-kapiler darah mengikat oksigen dari udara dalam rongga alveolus.

    1.7. Paru-paru
    Paru-paru terletak di dalam rongga dada. Rongga dada dan perut dibatasi oleh siuatu sekat disebut diafragma. Paru-paru ada dua buah yaitu paru-paru kanan dan paru-paru kiri. Paru-paru kanan terdiri atas tiga gelambir (lobus) yaitu gelambir atas, gelambir tengah dan gelambir bawah. Sedangkan paru-paru kiri terdiri atas dua gelambir yaitu gelambir atas dan gelambir bawah. Paru-paru diselimuti oleh suatu selaput paru-paru (pleura). Kapasitas maksimal paru-paru berkisar sekitar 3,5 liter.

    Udara yang keluar masuk paru-paru pada waktu melakukan pernapasan biasa disebut udara pernapasan (udara tidal). Volume udara pernapasan pada orang dewasa lebih kurang 500 nl. Setelah kita melakukan inspirasi biasa, kita masih bisa menarik napas sedalam-dalamnya. Udara yang dapat masuk setelah mengadakan inspirasi biasa disebut udara komplementer, volumenya lebih kurang 1500 ml. 
    Setelah kita melakukan ekspirasi biasa, kita masih bisa menghembuskan napas sekuat-kuatnya. Udara yang dapat dikeluarkan setelah ekspirasi biasa disebut udara suplementer, volumenya lebih kurang 1500 ml.

    Walaupun kita mengeluarkan napas dari paru-paru dengan sekuat-kuatnya ternyata dalam paru-paru masih ada udara disebut udara residu. Volume udara residu lebih kurang 1500 ml. Jumlah volume udara pernapasan, udara komplementer, dan udara suplementer disebut kapasitas vital paru-paru.

    5. System Indera 
     

    System indera pada manusia berguna jadi penerima rangsangan dari lingkungan sekelilingnya. Manusia mempunyai 5 system indera yang dikatakan sebagai panca indera. Panca indera itu yakni indera pandangan oleh mata, indera pengdengaran oleh telinga, indera penciuman oelh hidung, ondera peraba oleh kulit, serta indera pengecap oleh lidah. Serta dari tiap-tiap sisi panca indera itu mempunyai kegunaan yang tidak sama. 

    6. System pencernaan 
    System pencernaan pada badan manusia berguna untuk terima makanan, mengolah makanan, mengolah pencernaan makanan, lantas menyerap zat gizi yang ada pada makanan ke aliran darah, serta buang ampas atau sisa makanan yang tersisa atau tidak bisa diolah oleh badan. System pencernaan dimulai dengan mulut hingga ke anus yakni dari mulut, tenggorokan, kerongkongan, lambung, usus kecil, usus besar, rektum serta selesai di anus. 

    7. System Reproduksi 
     

    System reproduksi yakni satu rangkaian serta hubungan organ dalam yang berfungi untuk berkembang biak. System reproduksi pada wanita berpusat di ovarium yang kegunaannya untuk hasilkan ovum serta hormon. Alat reproduksi wanita terbagi dalam rahim, indung telur, liang senggama. Indung telur sebagai kelenjar kelamin yang hasilkan beberapa sel telur. Sedang alat reproduksi pada lelaki yakni testis yang berguna jadi penghasil sperma serta hormon testosteron. 

    8. System Imun 
     

    System imun atau system kebal badan berguna untuk menjaga badan dari serangan benda yang membuat penyakit seperti bakteri, virus, parasit yang bisa membuat penyakit. System imun ada di semua badan terlebih di bagian limpa. 

    9. System Saraf 
     

    System saraf berguna untuk menghimpun, kirim, serta mengolah info dalam otak serta saraf. System saraf pada manusia tesusun atas system saraf pusat serta pinggir. System saraf pusat terbagi dalam otak & sumsum tulang belakang. Sedang dalam system saraf pinggir terbagi dalam system saraf otonom serta somatis. System saraf bertugas untuk mengemukakan rangsangan dari reseptor untuk direspon oleh badan manusia. 

    10. System Ekskresi 
     

    System ekskresi yakni ginjal serta susunan yang dikaitkan dalam produksi serta ekskresi urin. Organ-organ ekskresi di dalam badan manusia terbagi dalam ginjal, hati, kulit serta paru-paru. Ginjal berguna dalam keluarkan urine, hati berguna keluarkan zat warna empedu atau ure, kulit berguna keluarkan keringat, sedang paru-paru berguna dalam keluarkan uap air & karbondioksida. 

    11. System limfatik 
     

    System limfatik yakni susunan yang ikut serta dalam transfer limfa anatar jaringan serta aliran darah. Limfatik befungsi pada badan manusia untuk mengalirkan laimfa di dalam badan manusia. System limfatik terbagi dalam pembuluh limfa serta organ limfoid. 

    12. System Endorkin 
     

    System endorking yakni system yang mengontrol kelenjar tidak ada saluran yang hasilkan hormon atau komunikasi di dalam badan dengan hormon. Hormon sebagai bahan kimia pembawa pesan yang disintesis serta disekresikan oleh kelenjar endokrin. Kelenjar endokrin terbagi dalam kelenjar tiroid, kelenjar himofise, hipotalamus, paratiroid, pineal, adrenal.

    Demikian informasi mengenai Anatomi Tubuh Manusia Secara Lengkap. Semoga dapat bermanfaat untuk anda baik itu Anatomi Tubuh Manusia Secara Lengkap

    Sosial Media : Fanpage Belajar Islam Twitter Bersiap Twitter Client

    DMCA.com Protection Status

    About Me   Disclaimer   Contact Us   Privacy Policy  
    @2015 Bersiap BLog