5 Sholat Sunnah Rawatib Yang Sebaiknya Dikerjakan

sholat

Konten dari Artikel ini :

    Sebelum atau setelah mendirikan sholat wajib, ada tambahan pahala yang bisa kita raih. Yaitu dengan mengerjakan sholat rawatib. Sholat sunnah yang mengiringi sholat fardhu lima waktu.

    Pengertian

    Di dalam kitab Al Mausu’ah Al Fiqhiyah Al Kuwaitiyah, 22/44; tertulis definisi dari sholat sunnah rawatib seperti berikut:

    وهي السنن التابعة للفرائض ، ووقتها وقت المكتوبات التي تتبعها

    Adalah sholat sunah yang mengitari sholat fardhu, dan waktu pelaksanaannya mengikuti sholat wajib yang diiringi. (Al Mausu’ah Al Fiqhiyah Al Kuwaitiyah, 22/44)

    Jenis Sholat Rawatib

    Pada dasarnya ada dua jenis sholat rawatib:

    1. Qabliyah. Sesuai namanya, dilaksanakan sebelum sholat wajib.

    2. Ba’diyah. Sesuai namanya juga, dilaksanakan setelah sholat wajib.

    Rincian Sholat Rawatib

    Tiap-tiap sholat wajib, ada sholat rawatibnya yang satu sama lain tidak sama jumlah rakaatnya. Misalnya, sholat sunnah sebelum shubuh 2 rakaat. Tapi sebelum zhuhur bisa 2 rakaat atau 4 rakaat. Dan sholat sunnah ba’da shubuh tidak ada, sedangkan sholat sunnah ba’da zhuhur ada.

    Ada pun rincian sholat sunnah rawatib untuk tiap sholat fardhu adalah sebagai berikut:

     

    Rawatib Shubuh

    Hanya ada sholat sunnah dua rokaat qobliyah shubuh. Istilah lainnya adalah sholat sunnah fajar. Dikerjakan ketika waktu shubuh telah masuk, sebelum dilakukan sholat shubuh.

    Aisyah r.ha menyampaikan bahwa Rasulullah saw bersabda:

    رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

    Dua rakaat (sebelum) fajar lebih baik daripada dunia beserta seisinya. (HR. Muslim No. 725)

     

    Rawatib Zhuhur

    Ada tiga cara pengerjaan:

    Pertama. Dua rakaat sebelum zhuhur dan dua rakaat sesudahnya.

    Berdasarkan hadits dari Ibnu Umar Radhiallahu ‘Anhuma:

    حفظت من النبي صلى الله عليه وسلم عشر ركعات: ركعتين قبل الظهر، وركعتين بعدها

    Aku hapal dari Nabi saw sepuluh rakaat (sholat sunah), … “Dua rakaat sebelum zhuhur dan dua rakaat setelahnya ......... (HR. Al Bukhari No. 1180)

    Kedua. Empat Rakaat sebelum zhuhur dan dua rakaat sesudahnya.

    Berdasarkan hadits dari Ali Radhiallahu ‘Anhu:

    كان النبي صلى الله عليه و سلم يصلي قبل الظهر أربعا وبعدها ركعتين

    Adalah Nabi saw sholat sebelum zhuhur empat rakaat dan dua rakaat setelahnya. (HR. At Tirmidzi dan Ahmad)

    Ketiga. Empat rakaat sebelum zhuhur dan empat rakaat setelahnya.

    Berdasarkan hadits dari Ummu Habibah Radhiallahu ‘Anha, bahwa nabi saw bersabda:

    من صلى قبل الظهر أربعًا وبعدها أربعًا حرمه الله على النار

    Siapa yang shalat sebelum zhuhur empat rakaat dan setelahnya empat rakaat, maka Allah haramkan baginya neraka. (HR. At Tirmidzi, Ibnu majah, An Nasa’i, Abu Daud)

     

    Rawatib Ashar

    Ada beberapa macam cara pengerjaan.

    Pertama. Empat rakaat sebelum ashar. Berdasarkan sabda Rasulullah saw:

    عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-رَحِمَ اللَّهُ امْرَأً صَلَّى قَبْلَ الْعَصْرِ أَرْبَعًا

    Dari Ibnu Umar Radhiallahu ‘Anhuma, dia berkata: Bersabda Rasulullah saw, “Semoga Allah meramati seseorang yang shalat empat rakaat sebelum ashar. (HR. Abu Daud dan At Tirmidzi)

    Kedua. Dua rakaat sebelum ashar. Berdasarkan sabda Rasulullah saw:

    عَنْ عَلِىٍّ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ يُصَلِّى قَبْلَ الْعَصْرِ رَكْعَتَيْنِ.

    Dari Ali bin Abi Thalib Radhiallahu ‘Anhu, bahwasanya Nabi saw dahulu shalat dua rakaat sebelum ashar. (HR. Abu Daud)

     

    Rawatib Maghrib

    Cara pengerjaannya antara lain seperti berikut:

    Pertama. Dua rakaat qobliyah/sebelum maghrib. Hukumnya sunnah ghoiru muakkadah, atau tidak terlalu ditekankan.

    Nabi saw bersabda:

     

    صَلُّوا قَبْلَ صَلَاةِ الْمَغْرِبِ قَالَ فِي الثَّالِثَةِ لِمَنْ شَاءَ كَرَاهِيَةَ أَنْ يَتَّخِذَهَا النَّاسُ سُنَّةً

     

    Shalatlah kalian sebelum shalat maghrib, lalu nabi mengatakan lagi yang ketiga kalinya: “Bagi yang mau.” Dia khawatir manusia menjadikannya sebagai sunah (kebiasaan). (HR. Al Bukhari)

    Kedua, dua rakaat ba’diyah/sesudah maghrib

    Dasarnya sebagaimana hadits riwayat Ibnu Umar r.a.

    حفظت من النبي صلى الله عليه وسلم عشر ركعات : ....... وركعتين بعد المغرب في بيته

    Aku hapal dari Nabi saw sepuluh raka’at (shalat sunah): ..... dan dua rakaat setelah maghrib di rumah ... (HR. Al Bukhari)

     

    Rawatib Isya

    Beberapa cara pengerjaannya antara lain:

    Pertama. Dua rakaat sebelum Isya. Sebagaimana qobliyah maghrib, hukumnya sunnah ghoiru muakkadah.

    Syaikh Wahbah Az Zuhaili Rahimahullah memasukan ini dalam ghairu muakkadah, kata beliau:

    Rasulullah saw bersabda,

    بَيْنَ كُلِّ أَذَانَيْنِ صَلَاةٌ ثَلَاثًا لِمَنْ شَاءَ

    Di antara setiap dua adzan ada shalatnya. (nabi ulang tiga kali), bagi yang mau. (HR. Al Bukhari)

    Maksud di antara dua adzan adalah antara adzan dan iqamah. "Liman syaa'a-bagi yang mau" menunjukkan itu tidak ditekankan.

    Kedua. Dua rakaat ba’diyah Isya. Sholat sunnah ini muakkadah atau ditekankan.

    Dari Ibnu Umar r.a.:

    حفظت من النبي صلى الله عليه وسلم عشر ركعات : ....... وركعتين بعد العشاء في بيته

    Aku hapal dari Nabi saw sepuluh raka’at (shalat sunah): ..... dan dua rakaat setelah Isya di rumah ... (HR. Al Bukhari)

    Sholat Rawatib Muakkadah

    Seperti yang telah disebut, dalam sholat sunnah rawatib ini ada yang muakkadah (ditekankan) dan ada yang ghoiru muakkadah (tidak ditekankan). Lantas apa saja sholat sunnah yang muakkadah? Ada pada hadits Ibnu Umar yang telah beberapa kali disebut di atas:

    “Aku hapal dari Nabi saw sepuluh rakaat: dua rakaat sebelum zhuhur, dua rakaat setelah zhuhur, dua rakaat setelah maghrib, dua rakaat setelah Isya, dan dua rakaat sebelum subuh.” (HR Bukhori)

    Rinciannya adalah:

    1. Dua rakaat sebelum zhuhur

    2. Dua rakaat setelah zhuhur

    3. Dua rakaat setelah maghrib

    4. Dua rakaat setelah isya’

    5. Dua rakaat sebelum shubuh.

     

    Demikian informasi mengenai 5 Sholat Sunnah Rawatib Yang Sebaiknya Dikerjakan. Semoga dapat bermanfaat untuk anda baik itu 5 Sholat Sunnah Rawatib Yang Sebaiknya Dikerjakan

    About Me   Disclaimer   Contact Us   Privacy Policy  
    @2015 Bersiap BLog