30 Contoh Teks Anekdot Singkat, Ciri Khas, Strukturnya

teks

Konten dari Artikel ini :

    Teks Anekdot

    Hidup ini tidak bisa selalu serius. Perlu hal-hal yang meluruhkan ketegangan urat syaraf, membuat santai, dan menyegarkan mood ketika suntuk. Salah satunya, dengan teks anekdot.

    Apa itu teks anekdot? Kenapa bisa mengembalikan mood kita?

    Pengertian Teks Anekdot

    Jelas saja, karena teks anekdot adalah cerita pendek yang jenaka, kocak, yang membuat pembacanya tersenyum sampai terpingkal-pingkal; kadang memuat sindiran bahkan kritikan cerdas.

    Sindiran yang dikandung dalam teks anekdot biasanya tentang pemerintahan, politik, pelayanan umum, kehidupan sosial, dll. 

    Kadang teks anekdot ini disadur dari kejadian nyata, atau dialog yang pernah terjadi, lalu ditambah-tambahkan sehingga bisa dipahami semua orang.

    Ciri Khas Teks Anekdot

    Berikut ini beberapa hal yang menjadi ciri sebuah teks anekdot:

    1. Lucu. Ini adalah khas yang penting dari sebuah anekdot.

    2. Memuat sindiran, bisa kepada kehidupan sosial, politik, sesuatu yang sedang ramai dibicarakan, dll.

    3. Dalam cerita anekdot menghadirkan tokoh berupa manusia, atau hewan.

    4. Fiksi. Namun menggambarkan kehidupan nyata sehari-hari.

    Struktur Teks Anekdot

    Selain memiliki ciri khas, anekdot juga memiliki struktur dalam teksnya. Yaitu sebagai berikut:

    1.Abstraksi.
    Adalah paragaraf awal yang menggambarkan mengenai isi dari anekdot yang akan diceritakan.

    2. Orientasi
    Merupakan awal cerita yang menampilkan deskripsi latar, tokoh, dsb.

    3. Event
    Rangkaian cerita inti.

    4. Krisis 
    Masalah utama dalam cerita yang diangkat.

    5. Reaksi
    Bagian dari cerita yang menggambarkan bagaimana penyelesaian atas krisis.

    6. Koda
    Perubahan yang dialami oleh tokoh pada cerita.

    7.Re-Orientasi
    Paragraf penutup di bagian akhir dalam teks anekdot.

    Kaidah Teks Anekdot

    Bila hendak membuat cerita/teks anekdot, perhatikan kaidah-kadiah seperti di bawah:

    1. Menggunakan waktu yang lampau.
    2. Menggunakan kata penghubung atau konjungsi.
    3. Menggunakan kalimat pemerintah.
    4. Menggunakan pernyataan yang retoris.
    5. Menggunakan kata kerja.
    6. menggunakan kalimat seru.

    Contoh Teks Anekdot

    Nah, sekarang kita sudah masuk ke bagian yang seru dari artikel ini. Yaitu beberapa contoh teks anekdot, yang bisa membuat kita tersenyum. Sila disimak!

    Tidak Mau Dipanggil Pak Harto

    Suatu hari mantan Presiden Suharto sedang turba (turun ke bawah) atau turun langsung melihat kehidupan rakyatnya. Sampailah ia ke tempat peternakan di daerah Tapos, Bogor. Di sana banyak sapi-sapi gemuk dalam kandang, juga kambing-kambing yang berukuran besar.

    Melihat itu, Suharto pun kagum. Dari depan sebuah kandang, Suharto berkata kepada ajudannya, “Coba kamu bilang ke pemilik tempat peternakan ini, dia dipanggil Pak Harto.”

    “Siap pak.” Ujar ajudan yang segera bergegas menemui pemilik peternakan.
    Ditunggu beberapa lama, akhirnya ajudan Suharto itu kembali dengan menampilkan raut gusar.

    “Maaf pak, pemilik peternakan ini bilang kalau ia tidak mau dipanggil Pak Harto,” ujar ajudan.

    “Lho, kenapa?” Tanya pak Harto terkejut.

    “Siap pak. Dia bilang nama dia Indra, cuma mau dipanggil sesuai namanya, tidak mau dipanggil “Pak Harto” karena itu bukan namanya,” ujar ajudan tadi.

    Pak Harto pun kesal dengan kepintaran ajudannya.

    Berangkat Sekarang Pak?

    Suatu hari pak guru Mukidi berkata di depan kelas dalam pelajaran agama,

    “Anak-anak, siapa yang mau masuk surgaaa..??”


    Sontak anak-anak mengacungkan tangan seraya berteriak, “saya pak… saya pak…”

    Tapi ada satu orang yang tidak menunjuk. Pak Mukidi pun memanggil namanya.

    “Niluh, kenapa kamu tidak mengangkat tangan? Kamu tidak mau masuk surga?”

    “Lho… Memangnya mau berangkat sekarang, pak?” Tanya Niluh.

    Grr…. Seisi kelas pun tertawa.

    Kejahatan di Tahun Baru

    Hari ini adalah Tahun Baru dan hakim sedang dalam suasana hati yang gembira,

    Hakim: “Anda dituntut karena tuduhan apa?”

    Terdakwa: “Melakukan belanja Tahun Baru terlalu awal.”

    Hakim: “Itu bukan suatu pelanggaran, seberapa awal anda melakukan belanja?”

    Terdakwa: “Sebelum toko dibuka Pak Hakim.”

    Hakim: “Lalu dimana letak salahnya Jaksa Penuntut?”

    (Jaksa Penuntut melongo dengan wajah tak percaya).

    Supir Taksi Kagetan

    Susi harus bekerja sampai larut malam dikantornya. Ketika ingin pulang Susi menyetop taksi untuk mengantarnya pulang. “Kebon Jeruk ya Pak“

    Sopir taksi itu hanya menggangguk, selama perjalanan tidak terjadi percakapan antara Susi dan Sopir Taksi, mungkin Susi merasa capek karena bekerja sampai larut malam. 20 menit lamanya keheningan terjadi, tiba-tiba Susi ingat bahwa uang yang dibawanya kurang untuk membayar ongkos taksi.

    Susi lalu menepuk pundak Sopir taksi dengan maksud berhenti dulu didepan untuk mengambil uang di ATM.

    Tapi tiba-tiba setelah pundaknya ditepuk oleh Susi Sopir taksi itu secara membabi buta membanting setirnya ke kanan kemudian ke kiri sambil berteriak secara histeris, sampai akhirnya taksi itu menabrak sebuah pohon.

    Untung Susi dan Sopir Taksinya tidak mengalami luka yang cukup parah. Sopir Taksi itu kemudian meminta maaf kepada Susi. “Maaf ya Bu, Ibu nggak apa-apa? Ibu sih make nepuk pundak saya, kagetnya setengah mati bu!!”

    “Lho, masa sih ditepuk pundaknya aja kaget??

    “Soalnya ini hari pertama saya jadi sopir Taksi, Bu”

    “Emangnya pekerjaan bapak sebelumnya apa??“

    “Selama 20 tahun saya jadi SOPIR MOBIL JENAZAH”

    Mukidi dan Dokter

    Seorang dokter yang sering berantem sama istrinya bingung, mengapa istrinya sering marah-marah. Serba salah. Suaminya berbuat baik, dia marah. Diajak becanda, dia marah. Apalagi dimarahi, dia bisa marah lebih dahsyat.

    Pak dokter iri lihat supirnya, Mukidi, yang bisa rukun dan mesra dengan istrinya.

    Sekali waktu dokter itu pun curhat kepada Mukidi.

    Dokter : "Di, kamu rukun sekali sama istrimu. Tidak seperti saya. Kamu lihat sendiri, tiada hari tanpa pertengkaran. Apa sih rahasianya...?".

    Mukidi: "Kami sih biasa2 aja Pak Dokter..... hanya saja sy sering membuat kejutan2 kecil ......"

    Dokter : "Kejutan kecil gimana.....?"

    Mukidi : "Seperti tiba2 kita pukul pantatnya dari belakang.. secara diam2..."

    Hari itu pak dokter sengaja pulang lebih awal.... sampai rumah ternyata istrinya lagi masak di dapur....
    Diam-diam pak Dokter masuk dapur dan memukul pantat istrinya dari belakang..

    Tanpa menoleh ke belakang bu dokter teriak : "Mukidiiiiiiiiiiii... nakal kamu yahhh..."

    Suara yang Aku Suka

    Tiga orang pemuda sedang duduk-duduk di dekat irigasi. Mereka sedang ngabuburit menungu waktu berbuka puasa sambil menikmati suara gemericik air irigasi. Dua dari pemuda itu tampak bangga mengungkapkan suara apa yang paling mereka suka.

    Pemuda 1 : "Aku memang sangat menyukai suara air mengalir, dan air yang jatuh ... cepluk ... cepluk." Senyumnya mengembang. Dia melihat teman di sebelah kirinya, seolah bertanya apa suara yang disukai.

    Pemuda 2 : "Aku sih suka suara air, tapi air terjun. Aku juga suka suara angin yang agak kenceng, jadi berasa lagi main film."
    Kedua pemuda itu terus bicara, pemuda ketiga hanya diam.

    Pemuda 1 & 2 : "Kalau kamu? Suka suara apa? Kita juga pengen tahu."

    Pemuda 3 : "Aku paling suka suara Adzan Magrib. Laper banget nih."

    Pemuda 1 & 2 saling pandang. Mereka setuju dalam hati dengan apa yang diucapkan kawannya.
     

    Demikian informasi mengenai 30 Contoh Teks Anekdot Singkat, Ciri Khas, Strukturnya. Semoga dapat bermanfaat untuk anda baik itu 30 Contoh Teks Anekdot Singkat, Ciri Khas, Strukturnya

    About Me   Disclaimer   Contact Us   Privacy Policy  
    @2015 Bersiap BLog